Kantor Bahasa Provinsi NTB Menjadi Narasumber Lokakarya Peningkatan Kompetensi Guru di SMAN 1 Lembar
Mataram, 29 Mei 2024-- Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat mendapat undangan mengisi materi dalam kegiatan Workshop Peningkatan Kompetensi Guru dalam Literasi dan Numerasi SMAN 1 Lembar, Lombok Barat. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka melakukan peningkatan kompetensi guru dalam membimbing siswa di bidang literasi membaca. Dalam kegiatan yang diselenggarakan di aula SMAN 1 Lembar, Lombok Barat ini, lebih dari 30 guru dibimbing untuk menyimak strategi dan praktik baik dalam peningkatan asesmen nasional.
Dalam pemberian materi kali ini, Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTB diwakili oleh tim Literasi dan UKBI Kantor Bahasa, Lentera Nurani Setra, S.S. dan Hartanto, S.S. Keduanya menyampaikan materi terkait pemanfaatan bahan bacaan literasi dalam pembelajaran siswa di sekolah.
Lentera menguraikan startegi pemanfaatan bahan bacaan literasi dalam peningkatan kompetensi literasi siswa. Ia menyebutkan sedikitnya terdapat dua hak yang dapat dilakukan untuk meningkatkan budaya literasi di sekolah, yakni menciptakan lingkungan kaya teks dan pemanfaatan teks multimodal.
"Bahan bacaan yang sudah tersedia di sekolah harus dihadirkan dalam bentuk yang menarik bagi siswa SMA, tidak melulu dalam bentuk tulis. Ada media lain seperti video pendek, film, poster, atau bincang-bincang dalam siniar yang bisa dijadikan materi pembelajaran," ungkapnya. Lentera juga menyampaikan bahwa memahami apa yang disukai siswa, seperti film favorit, media sosial yang digandrungi, serta media ekspresi yang menarik bagi remaja perlu diupayakan setiap pengajar. Penyesuaian tidak hanya dilakukan oleh siswa, tetapi juga guru.
Selain strategi pemanfaatan buku, diuraikan pula program peningkatan literasi yang telah dilakukan di Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Komunitas literasi dan sastra yang telah berkolaborasi dengan Kantor Bahasa direkomendasikan untuk turut bekerja sama dengan sekolah. Makin sering siswa dihadapkan dengan orang-orang yang bekerja di bidang-bidang berbeda, makin luas wawasan umum yang mereka miliki.
Hartanto menggenapi materi dengan menunjukkan praktik nyata dalam memunculkan teks multimodal di sekolah. Ia mencontohkan praktik baik yang dilakukan oleh SMAN 6 Mataram dengan Gerakan Literasi Sekolah dan SMAN 2 Gerung dengan pemanfaatan perpustakaan sekolah yang maksimal. Hartanto juga menjelaskan berbagai upaya yang dapat dilakukan guru untuk menciptakan lingkungan literat, seperti dengan memanfaatkan berugak untuk pojok baca, membuat kompetisi terkait literasi untuk guru dan siswa, serta pengadaan kegiatan-kegiatan yang memaksa siswa membaca. Tidak lupa, Hartanto juga mendorong agar hasil UKBI yang sebelumnya telah dilaksanakan di SMAN 1 Lembar digunakan sebagai bahan evaluasi untuk mengelompokkan dan menentukan perlakuan belajar setiap kelompok siswa.
Setelah materi peningkatan literasi diberikan, lokakarya dilanjutkan dengan pemberian materi oleh Pengawas SMA di Lombok Barat terkait peningkatan numerasi siswa. Kegiatan ini diharapkan mampu membuat nilai rapor pendidikan yang masih merah berubah menjadi hijau.