Lakukan Perekaman Data SIBI, Kantor Bahasa Provinsi NTB Kembangkan Kamus Terpadu Bahasa Isyarat

Mataram, 10 Juni 2024--Sebagai Unit Pelaksana Teknis Kemendikbudristek di NTB, Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat terus bermitra dengan BPMP Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dalam hal ini, Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat ikut berpartisipasi pada kegiatan Advokasi Pemanfaatan Perangkat Ajar di PMM bagi Dinas Pendidikan dan Satuan Pendidikan Pelaksana IKM Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Puji Retno Hardiningtyas diwakili oleh Koordinator Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) Literasi, Nurcholis Muslim. Melalui kehadiran perwakilan KKLP Literasi, Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat berharap bahwa program Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) dapat menyentuh pembelajaran berbasis komunitas literasi atau sastra. Dengan adanya hal tersebut, penguatan literasi bisa diupayakan oleh berbagai pihak. Prinsip kolaborasi menjadi suatu hal yang tidak mustahil untuk dilaksanakan oleh semua pemangku kepentingan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur (Izzudin), Plt. Kepala BGP Provinsi NTB (Suka), dan 70 peserta dari unsur Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten/Kota, KCD Kabupaten/Kota, SKB Kabupaten/Kota, dan BPMP Provinsi NTB. Berdasarkan laporan ketua panitia, Zulkarnain, kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 10--11 Juni 2024 dengan tujuan untuk memperluas informasi program IKM, menyamakan persepsi program IKM, dan mengoptimalkan target kinerja Festival Kurikulum Merdeka.

Berikutnya, Kepala BPMP Provinsi NTB, Katman menyampaikan sambutan melalui ruang virtual Zoom. Ia menuturkan bahwa kegiatan ini terlaksana karena adanya peran kolaborasi dari semua unsur pendidikan.
"Kami terus berkolaborasi dengan pihak lain untuk mendapatkan inspirasi pendidikan. Kami tidak dapat melaksanakan program ini sendiri sesuai dengan filosofi Merdeka Belajar. Di NTB, saya yakin banyak praktik baik pembelajaran yang bisa dibagi dan dikembangkan untuk masyarakat. Kerja sama dengan dinas pendidikan dan tentunya UPT Kemendikbudristek, BGP dan Kantor Bahasa terus kami laksanakan sebagai bentuk upaya berkesinambungan," ujarnya berharap bahwa program ini menghasilkan komitmen penguatan pembelajaran kurikulum Merdeka Belajar di Aula Wijaya (10/6).

Pada kegiatan ini, Endang Supriyatun, guru penggerak SDN 1 Sekede, Batukliang Utara, berkesempatan berbagi praktik baik menjadi guru penggerak yang mengimplementasikan kurikulum Merdeka Belajar. Ia menuturkan bahwa paradigma visi guru penggerak menyentuh nilai-nilai dalam pendidikan. Program ini lebih mendekatkan praktik sosial pembelajaran yang mendorong mimpi-mimpi siswa.

"Sekolah saya terletak jauh di pelosok, berbatasan dengan hutan Batukliang Utara. Pertama kali saya datang di sekolah, memang banyak perubahan yang perlu saya lakukan. Saya belajar dan mencoba terus berkolaborasi dengan warga sekolah dalam mengambil keputusan berbasis kebajikan pendidikan," tuturnya melalui ruang virtual Zoom.

Kepala SMPN 6 Mataram, H. M. Sibawaeh juga turut berbagi praktik baik pelaksanaan kurikulum Merdeka Belajar. Ia menjelaskan mengenai program Meningkatkan Kompetensi Pendidik melalui Komunitas Belajar yang digagas oleh SMPN 6 Mataram.

"Kami berharap dengan adanya program ini, semua perangkat pendidikan di sekolah aktif melakukan diskusi dan menyelesaikan masalah pembelajaran yang dihadapi. Selain itu, hal yang kami tekankan adalah edukasi dan kolaborasi antarkomunitas belajar di sekolah," tutupnya pada pemaparan materi berbagi praktik baik.