Rapat Koordinasi Transformasi Pendidikan NTB: Peran Sentral Kantor Bahasa dalam Revitalisasi Bahasa Daerah dan Penguatan Literasi

Mataram, 15 Juni 2024-- Sebagai bentuk penguatan ekosistem pendidikan di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi NTB menggandenga berbagai pemangku kepentingan pendidikan di NTB, salah satunya Kantor Bahasa. Untuk itu, Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTB hadir dalam Rapat Koordinasi Transformasi Pendidikan Provinsi NTB. Rapat ini mengundang pembuat dan pelaksana kebijakan pusat maupun daerah untuk menyosialisasikan, menanggapi, dan mengevaluasi Kebijakan Merdeka Belajar (KMB). Kegiatan ini diselenggarakan di Hotel Lombok Raya, Mataram, pada tanggal 15 Juni 2024.

Dr. Puji Retno Hardiningtyas, S.S.,M.Hum. berkesempatan memaparkan berbagai program yang dijalankan oleh Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Ia menjelaskan ada tiga program prioritas yang dapat diturunkan dalam berbagai program Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Ketiga program prioritas tersebut adalah pelindungan bahasa dan sastra daerah, penguatan literasi, dan internasionalisasi Bahasa Indonesia. Program ini juga yang dikerjakan Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat.

"Dua program yang paling sering bersentuhan dengan sekolah adalah Revitalisasi Bahasa Daerah dan literasi," tuturnya. Ia kemudian memaparkan tahapan kerja revitalisasi bahasa daerah di Nusa Tenggara Barat. Ada tiga bahasa daerah besar yang direvitalisasi di Nusa Tenggara Barat, yakni Sasak, Samawa, dan Mbojo. Dalam melakukan revitalisasi, terlebih dahulu dilakukan penyamaan persepsi dan diseminasi kebijakan kepada pemangku kepentingan melalui rapat koordinasi dan diskusi kelompok terpumpun. Tahap ini akan menghasilkan berbagai produk dan media belajar dalam pelaksanaan pembelajaran bahasa dan sastra daerah. Secara khusus, produk tersebut berupa modul pembelajaran bahasa dan petunjuk teknis.

Tahap selanjutnya adalah Pelatihan Guru Master melalui bimbingan teknis sehingga dihasilkan Guru Master sebagai eksekutor pembelajaran. Ilmu yang didapatkan akan diimbaskan kepada siswa. Selama pengimbasan, pemantauan dilakukan oleh Kantor Bahasa hingga pelaksanaan apresiasi, yakni melalui Festival Tunas Bahasa Ibu.

Selanjutnya, program yang dikedepankan adalah literasi. Puji Retno menyampaikan terdapat program hibah buku kepada ribuan SD di Indonesia yang telah dilakukan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Buku yang telah dihibahkan sejak tahun 2021 sejumlah lebih dari 16 juta eksemplar. Pada tahun 2024, terdapat 860 SD di Nusa Tenggara Barat yang telah menerima hibah buku.

Puji Retno menjelaskan pula secara singkat program lain yang ada di Kantor Bahasa, seperti Ahli Bahasa, Pembinaan Bahasa, UKBI, Duta Bahasa, BIPA, Penerjemahan, dan Penyusunan Kamus Bahasa Daerah. Ia juga menambahkan bahwa untuk mendukung pelayanan prima, Kantor Bahasa mencetuskan berbagai inovasi. Inovasi tersebut di antaranya Kadaring SIBI, Kamus Terpadu, Kamus Digital Sasambo, Sidaya, Ceria Braille, Ceria Sasambo, dan Ceria Bindo, Kamus Bergambar, dan Si Nano, serta inovasi internal yang membentuk budaya kerja pegawai. Tidak lupa, Puji Retno memaparkan capaian kerja Kantor Bahasa berdasarkan perjanjian kinerja yang seluruhnya melebihi target.

Bersama Puji Retno, terdapat empat satuan kerja lainnya yang turut memaparkan program kerja di instansi masing-masing. Empat instansi tersebut adalah BPMP Provinsi NTB, BGP Provinsi NTB, dan BBPMPV Malang. Selepas pemaparan materi, dilakukan diskusi kelompok dalam 4 panel. Dr. Puji Retno bertindak sebagai fasilitator panel dengan topik Progam Pemberdayaan Bahasa.