Persiapan Aktivis Literasi: Kantor Bahasa NTB Siapkan Krida Duta Bahasa

Mataram, 19 Juni 2024-- Penguatan Krida Duta Bahasa bagi Pegawai Kantor dan Duta Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat dilaksanakan di Ruang Cilinaya Kantor Bahasa Provinsi NTB. Kegiatan ini diikuti oleh 60 peserta yang terdiri atas 20 pegawai Kantor Bahasa dan 40 Duta Bahasa Provinsi NTB. Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan Duta Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan pengetahuan dan konsep kegiatan Krida Duta Bahasa bagi Aktivis Sekolah dan Kampus Penggerak Literasi di Kota Mataram.

Sebagai narasumber, hadir Prof. Dr. I Wayan Pastika, Kasman, M.Hum., Nurcholis Muslim, S.S., Toni Samsul Hidayat, M.Pd., M. Syamsur Rijal, S.Hum., dan Gilang Aryo Damar, S.S. Dr. Puji Retno Hardiningtyas, S.S., M.Hum., selaku kepala kantor memberi sambutan sekaligus membuka acara. "Pelaksana kegiatan Krida Duta Bahasa adalah Duta Bahasa. Kantor Bahasa hanya bertugas mengarahkan dan mendampingi," tuturnya. 

Selanjutnya, Kasman, M.Hum. mengisi materi terkait Pelindungan Bahasa dan Sastra Daerah. Ia menyampaikan kiat-kiat dalam membuat generasi muda memahami pentingnya bahasa dan sastra daerah. Untuk itu, sebagai fasilitator, kita juga perlu menguasai bahasa daerah dan paling tidak mengetahui jenis-jenis sastra daerah di Nusa Tenggara Barat. Sementara itu, Nurcholis Muslim menyampaikan materi tentang Literasi Kebahasaan dan Kesastraan. Para penggerak literasi wajib mengetahui keadaan literasi di NTB, baik dari segi akademis maupun nonakademis. Kepekaan mengetahui situasi ini akan membuat materi pengajaran yang diberikan tepat sasaran. Toni Samsul Hidayat kemudian memberi materi Pembinaan Bahasa dan Hukum. Ia terutama menekankan pada pembinaan bahasa bagi generasi muda di media sosial. Baginya, penggunaan bahasa di dunia maya kini butuh perhatian lebih sebab di sana kasus yang berkaitan dengan hukum rentan terekam. 

Setelah pemaparan materi dari pegawai Kantor Bahasa Provinsi NTB, Prof. Dr. I Wayan Pastika melanjutkan materi. Ia menguraikan materi terkait Kampanye Bahasa Negara di Ruang Publik. "Apa yang kita lakukan ini satu ide brilian. Bahasa Indonesia adalah ide yang luar biasa sebab tidak semua negara memilikinya. Di Malaysia contohnya, ada banyak bahasa yang digunakan masyarakatnya. Sementara itu, tidak ada kebijakan pemerintah terkait penggunaan satu bahasa untuk memperkuat identitas bangsa. Kita patut berbangga diri," ujarnya. Ia melanjutkan kebanggan inilah yang perlu ditekankan pada generasi muda. 

Setelah materi dari Prof. I Wayan Pastika, dilakukan pembahasan juknis Krida Duta Bahasa oleh Gilang Aryo Damar dan M. Syamsur Rijal. Dalam pembahasan juknis, ditekankan bahwa Krida Duta Bahasa memiliki target sasaran 600 peserta. Rincian dari target tersebut adalah 200 aktivis SMP, 300 aktivis SMA, dan 100 aktivis kampus. 

Nantinya, duta bahasa akan menjadi penyelenggara kegiatan sekaligus memberikan materi terkait pengutamaan bahasa Indonesia dan pelindungan bahasa daerah kepada aktivis sekolah dan kampus. Materi yang akan diberikan ada 5 macam, yaitu bengkel kreatif penulisan dan pembacaan puisi bahasa daerah, pembuatan konten digital berbahasa daerah, pembuatan film pendek berbahasa daerah, parade wajah bahasa, dan parade pidato pengutamaan bahasa negara.