Kantor Bahasa Bagi Ilmu untuk Tingkatkan Literasi dalam Kegiatan Percepatan Transformasi Satuan Pendidikan Sekolah di BPMP NTB

Mataram, 21 Juni 2024-- Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat memberi materu dalam kegiatan Koordinasi Percepatan Transformasi Satuan Pendidikan Sekolah Pelaksana PSP dengan PMO Daerah Tahun 2024. Kegiatan ini diselenggarakan Badan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP)Provinsi Nusa Tenggara Barat di Aula Anggrek, BPMP NTB. Dalam kegiatan ini, hadir pengawas sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi NTB.

Dr. Puji Retno Hardiningtyas selaku kepala memberi materi Peningkatan Kemampuan Literasi Siswa dalam Rapor Pendidikan. Ia menyampaikan, setidaknya ada tiga hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa. Pertama, sekolah dapat menghadirkan lingkungan fisik yang mendukung, seperti membuat lingkungan kaya teks dan penghadiran bahan bacaan literasi bermutu. Lingkungan kaya teks dapat dibuat dengan memanfaatkan karya-karya siswa. Hal ini membuat siswa menerima informasi secara praktis dan implementatif.

"Tidak semuanya harus dengan dana yang besar. Cukup anak-anak kita diberi tugas untuk membuat karya-karya sederhana seperti poster, puisi, dan karya lain yang meningkatkan daya kreativitas. Karya orisinal yang tidak bisa dibuat dengan AI," Puji Retno menjelaskan.

Upaya kedua yang dapat dilakukan adalah dengan menghadirkan lingkungan sosial yang afektif. Afektif artinya memantik siswa untuk berkarya tanpa diminta. Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan apresiasi atas kemampuan literasi siswa melalui pengadaan pameran, lomba-lomba, dan panggung terbuka. Upaya terakhir adalah dengan membuat lingkungan akademis yang literat dengan kegiatan yang memaksa siswa membaca, yakni dengan waktu khusus membaca atau menggunakan metode membaca daring.

Di sela-sela materinya, Puji Retno mempersilakan peserta untuk berbagi praktik baik di sekolah masing-masing. Salah satu pengawas di Lombok Tengah membagi praktik baik yang dilakukan dalam peningkatan literasi, khususnya dalam meningkatkan kemampuan bahasa siswa. Menurutnya, perpustakaan di SMPN 1 Praya sudah dimanfaatkan dengan baik. FTBI tingkat kabupaten juga telah dilakukan untuk memperkuat bahasa daerah. Selain itu, penguatan bahasa asing, secara khusus bahasa Inggris juga dilakukan dalam bentuk kelas bahasa Inggris di sekolah berbasis praktik.

Pengawas dari Kabupaten Sumbawa Barat juga menyampaikan perlu adanya evaluasi dan pengawalan literasi yang dilakukan Kantor Bahasa. Puji Retno menjelaskan bahwa evaluasi dan pendampingan sejatinya telah dilakukan, meski tidak hanya fokus ke sekolah, tetapi juga menyentuh komunitas literasi dan sastra. "Kami akan upayakan pendampingan yang lebih intens di sekolah sebab tidak dapat dimungkiri, pendidikan formal masih menjadi patokan. Ini akan kami catat sehingga selanjutnya, sekolah lebih terkawal," pungkasnya.