Kantor Bahasa NTB Giatkan Mandalika-Dewisali ke Komunitas Literasi Bayan
Lombok Utara, 22 Juni 2024--Giat kemitraan literasi terus digalakkan oleh Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kali ini, Tim Kantor Bahasa berkunjung ke Perpustakaan Keliling yang berada di Desa Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Kedatangan tim disambut langsung oleh pegiat literasi yang mendirikan Perpustakaan Keliling, yaitu Asudin.
Adapun tujuan dari kunjungan ini adalah untuk penandatanganan Kontrak Kerja Sama Program Inovasi Mandalika-Dewisali. Salah satu isi dari kontrak kerja sama adalah pembuatan cerita anak.
"Tujuan kami yang pertama adalah untuk bersilaturahmi. Kedua, kami ingin mengajak Bapak Asudin untuk menulis cerita anak yang mengangkat lokalitas Desa Bayan, ungkap Puji Retno di sela-sela pembicaraan. Seperti dengan Perpustakaan Lembah Hijau Desa Ijobalit, cerita anak yang diminta terdiri atas tiga bahasa, yaitu Indonesia, Sasak, dan Inggris.
Asudin menuturkan bahwa selama ini perpustakaannya jarang mendapat perhatian pemerintah daerah. Oleh karena itu, ia berterima kasih atas kedatangan tim dari Kantor Bahasa.
"Sejak bergiat pada tahun 2016, kami sering mendapat penolakan masyarakat. Masyarakat di desa ini masih belum memahami pentingnya pendidikan. Saat anak-anak berkunjung ke Perpustakaan Keliling, mereka bertanya-tanya apakah anak mereka yang berkunjung dan membaca di perpustakaan mendapatkan uang atau tidak," tutur Asudin saat menceritakan keresahan dan kesulitannya selama ini.
Sesi kunjungan diakhiri dengan penandatanganan Kontrak Kerja Sama dan foto bersama dan penyerahan cenderamata yang berupa plakat, buku bacaan, dan alat tulis. Harapannya, sedikit sumbangsih dari Kantor Bahasa dapat menjadi bahan bakar agar Perpustakaan Keliling tidak lelah meningkatkan literasi dan pendidikan masyarakat.
Setelah ke Perpustakaan Keliling, tim juga menyempatkan berkunjung ke Bale Baca Dayan Gunung. Kedatangan tim disambut langsung oleh ketua komunitas, Dedi Apriyandi. Di komunitas ini, Kantor Bahasa juga menawarkan kerja sama dalam pembuatan cerita anak bertema lokalitas. Dedi Apriayandi bersemangat menyambut ajakan Kantor Bahasa.