Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik, Kantor Bahasa Provinsi NTB Lakukan Sosialisasi Budaya Pelayanan Prima

Mataram, 4 Juli 2024--Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan, salah satunya dengan melaksanakan Sosialisasi Budaya Pelayanan Prima secara berkala per triwulan. Kegiatan sosialisasi triwulan III ini membahas tentang pengelolaan Unit Layanan Terpadu dan pengelolaan aplikasi Sidaya.

Materi kegiatan dilaporkan oleh Ketua Unit Layanan Terpadu (ULT), Baiq Ayu Candra. Ia menjelaskan uraian petugas ULT dengan berbagai ketentuannya. Penguatan pelayanan publik menjadi syarat mutlak dalam pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat.

"Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh Bapak dan Ibu petugas ULT. Komunikasi yang baik dengan pengguna layanan menjadi kunci tersampaikannya informasi layanan yang tepat. Sebagai lembaga kebahasaan, kita harus menguasai informasi kebahasaan dan kesastraan. Kita juga harus memastikan bahwa pengelolaan aplikasi Sidaya di Ruang ULT benar-benar dilakukan sesuai standar dan POS yang berlaku," paparnya saat memberikan materi penguatan layanan.

Hal lainnya yang perlu diperhatikan adalah kebersihan lingkungan. Peningkatan fasilitas sarana dan prasarana menjadi poin penting untuk memberikan kenyamanan pelayanan publik. Hal itu diperkuat dengan pernyataan Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sangatlah penting untuk berkomunikasi dengan para pengguna layanan. 

"Saya sepakat bahwa komunikasi dan kebersihan lingkungan kantor menjadi indikator pelayanan publik. Kita harus memastikan bahwa layanan informasi kebahasaan dan kebahasaan kita dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh pengguna layanan," tegasnya saat memberikan arahan kepada petugas di Ruang Anjani Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Lebih lanjut, Baiq Ayu Candra menyampaikan bahwa kunci utama dari peningkatan kualitas pelayanan publik adalah kesadaran dan kedisiplinan setiap pegawai dalam mengimplementasikan budaya pelayanan prima. Kegiatan sosialisasi budaya pelayanan prima dikaitkan dengan Praktik Baik Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) yang disampaikan oleh Wahyudi (Pengadministrasi Perkantoran). Ia berbagi praktik baik hasil pelatihan yang diberikan oleh Pusdiklat Kemendikbudristek di Jakarta sebagai bagian dari inovasi Mandalika-Berbagi Ilmu kepada Siapa Saja (Mandalika-BIKA). 

Wahyudi bersama para pegawai Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat secara langsung mempraktikkan simulasi keselamatan kerja. Hal ini untuk memastikan bahwa petugas mendapatkan edukasi K3L yang tepat selama ada kondisi darurat di lingkungan kerja.