Inovasi Berkelanjutan, Kantor Bahasa Luncurkan dan Sosialisasikan Produk Kamus Terpadu Bahasa Daerah (Sasak, Samawa, dan Mbojo)-Indonesia-Bahasa Isyarat-Aksara Braille Ramah Anak dan Difabel
Mataram, 5 Juli 2024--Penyusunan Kamus Terpadu Sasambo-Indonesia-Isyarat-Braille sebagai aksi perubahan pelayanan publik memasuki tahap akhir, yaitu kegiatan Sosialisasi dan Peluncuran Kamus Terpadu Sasambo-Indonesia-Isyarat-Braille. Kegiatan ini dlilaksanakan sebagai pengenalan Kamus Terpadu kepada pemangku kepentingan, khususnya penyandang disabilitas dan sekolah-sekolah terkait. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Sri Mataram, Hotel Lombok Plaza. Kegiatan ini dihadiri oleh Aidy Furqan (Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB) dan Eva Sofia Sari (Kepala Bidang PK-PLK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB) yang diwakili oleh Abas (Kepala SLBN 1 Mataram).
Sesuai dengan laporan ketua panitia, Sosialisasi dan Peluncuran Kamus Terpadu Bahasa Daerah (Sasak, Samawa, dan Mbojo)-Indonesia-Bahasa Isyarat-Aksara Braille Ramah Anak dan Difabel merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk memperkenalkan inovasi terbaru Kantor Bahasa, yakni kamus terpadu. Setelah dilaksanakan diskusi kelompok terpumpun pada tanggal 3 Juli 2024 lalu, dihasilkan masukan perbaikan yang juga akan disosialisasikan hari ini. Kami juga mengundang berbagai pemangku kepentingan sebagai target pengguna dan target mitra pengembang inovasi ini. Kegiatan ini dihadiri oleh 58 orang, terdiri atas 50 peserta dari SLB, komunitas, organisasi, yayasan, dan media. Sebagai narasumber, Abas memaparkan dukungan dan implementasi Kamus Terpadu Bahasa Daerah (Sasak, Samawa, dan Mbojo)-Indonesia-Bahasa Isyarat-Aksara Braille Ramah Anak dan Difabel dalam satuan pendidikan.
Puji Retno Hardiningtyas (Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTB) dalam sambutannya menjelaskan latar belakang lahirnya Kamus Terpadu Sasambo-Indonesia-Isyarat-Braille yang berawal dari upaya revitalisasi bahasa daerah yang menjadi program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Selain itu, kamus ini juga sebagai implementasi aksi perubahan pelayanan publik Kantor Bahasa Provinsi NTB yang dikawal oleh Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTB. Bentuk aksi perubahan pelayanan juga menyasar pelayanan kepada pemangku kepentingan yang memiliki disabilitas melalui penambahan bahasa isyarat SIBI (Sistem Isyarat Bahasa Indonesia) dan aksara Braille. Penyusunan Kamus Terpadu diawali dengan pencarian referensi kamus yang tersedia di Provinsi NTB, uji kebermanfaatan dan kebutuhan, dan penyusunan dan verifikasi data kosakata kamus. Setelah data kamus diverifikasi, dilakukan perekaman bahasa isyarat, pencetakan Kamus Bergambar dan Braille, dan penyusunan kamus bahasa isyarat di laman Kamus Kantor Bahasa Provinsi NTB (kadaringsibi.kemdikbud.go.id). Produk kamus tersebut kemudian didiskusikan dalam kegiatan diskusi kelompok terpumpun. Selanjutnya, dilaksanakan sosialisasi dan peluncuran Kamus Terpadu Sasambo-Indonesia-Isyarat-Braille. Puji Retno juga menyampaikan bahwa Kantor Bahasa Provinsi NTB tidak dapat berdiri sendiri dalam menyempurnakan Kamus Terpadu Sasambo, "Tentunya, kami tidak dapat berdiri sendiri dalam pengembangan kamus ini. Kami memohon dukungan dari semua pihak dan pemangku kepentingan untuk pengembangan produk ini," ujarnya di akhir sambutan.
Peluncuran kamus ditandai dengan pemutaran video pengenalan Kamus Terpadu Sasambo yang terdiri atas Kamus Sasambo-Indonesia Bergambar, Kamus Sasambo-Indonesia-Bahasa Isyarat, dan Kamus Sasambo-Indonesia-Aksara Braille yang berisi 173 kosakata dan video cara penggunaan Kamus Terpadu Sasambo melalui laman. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan dari Abas (SLBN 1 Mataram) yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB. Dalam materinya, Abas mengemukakan bahwa ini bukan pertama kali Kantor Bahasa Provinsi NTB menyasar pengguna disabilitas. "Sebelumnya Kantor Bahasa Provinsi NTB telah membuat Kamus dalam Jaringan SIBI (Kadaring SIBI) dan Kamus Sasambo Digital. Jadi, menurut saya ini adalah pengembangan yang menggabungkan kedua hal tersebut," ujarnya.
Hadirnya kamus terpadu ini juga mendapat berbagai respons dari peserta yang hadir saat sesi diskusi. Respons dari sekolah hingga penyandang disabilitas mewarnai kegiatan peluncuran ini. Menurut banyak pihak, kamus ini merupakan awal yang bagus, tetapi masih harus dikembangkan kembali dengan terukur dan melibatkan banyak pihak termasuk organisasi penyandang disabilitas yang ada di NTB agar kebermanfaatannya dapat terus dirasakan oleh banyak pemangku kepentingan.
Puji Retno juga menanggapi beberapa masukan dan saran dari peserta. "Sesuai dengan tujuan, Kamus Sasambo Terpadu ini masih dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi yang ada di wilayah kerja Kantor Bahasa Provinsi NTB. Pengembangan jangka menengah dan jangka panjang akan menjadi prioritas selanjutnya dalam pengembangan Kamus Sasambo Terpadu sehingga kamus ini dapat beradaptasi sesuai dengan perubahan yang ada di sekitarnya. Segala kritik dan saran merupakan pondasi untuk membangun inovasi ini agar lebih berkembang," ujarnya di akhir diskusi.