Kantor Bahasa Provinsi NTB Hadiri Diskusi Etnomedisin Pengobatan Ayan dan Gila
Mataram, 16 Juli 2024—Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dr. Puji Retno Hardiningtyas, M.Hum., diwakili oleh Koordinator Tim Teknis, Kasman, M.Hum., menghadiri Diskusi Kelompok Terpumpun Pemberdayaan Etnomedisin Pengobatan Ayan dan Gila dalam Manuskrip dan Tradisi Lisan Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan penelitian yang tahun sebelumnya yang dilakukan oleh Pusat Riset Manuskrip, Literatur, dan Tradisi Lisan, Badan Riset dan Inovasi Nasional.
Dalam kegiatan ini, tim peneliti BRIN menghadirkan dua orang narasumber, yakni Dr. Yuli Dahlia, S.P.K.J., dan Munawar M.Pd. Narasumber pertama, yakni Dr. Yuli Dahlia, S.P.K.J., merupakan seorang psikiater yang sehari-hari bekerja di Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Mataram. Sementara itu, narasumber kedua, yakni Munawar, M.Pd., merupakan salah seorang budayawan dari Kota Bima.
Dr. Yuli Dahlia, S.P.K.J., menyampaikan materi terkait dengan teori psikologi yang menjurus pada gangguan jiwa. Dalam materinya, Dr. Yuli Dahlia menyampaikan bahwa dalam penanganan orang dengan gangguan jiwa, pihak rumah sakit memeriksa pasien secara menyeluruh, antara lain fisik, neurologi, jiwa, penunjang, rehabilitasi medis, rehabilitasi psikososial, dan rehabilitasi napza.
Munawar, M.Pd., menyampaikan materi tentang pengobatan herbal suppa senna terhadap orang gila dan ayan. Dalam materinya, Munawar, M.Pd., menyampaikan bahwa ayan dan gila dalam masyarakat Bima dipercaya bersifat medis sehingga penangannya dapat dilakukan secara medis pula. Adapun suppa senna merupakan minuman herbal tradisional tanah Bima yang diracik secara khusus berdasarkan pada resep dari pendahulu yang tertuang di dalam manuskrip (naskah kuno) peninggalan Kesultanan Bima. Di akhir materinya, Munawar mengatakan bahwa manuskrip atau naskah kuno tenyata menyimpan rahasia pengobatan tradisional yang luar biasa.