Kantor Bahasa Provinsi NTB Hadiri Peluncuran Inovasi Fase 3 di Kantor Gubernur Provinsi NTB

Mataram, 17 Juli 2024--Sebagai bentuk komitmen terhadap peningkatan kualitas pendidikan, Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara menghadiri undangan INOVASI Indonesia dalam kegiatan Peluncuran INOVASI Fase 3 Tingkat Provinsi. Kegiatan diselenggarakan di Ruang Sangkareang, Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat dan dihadiri oleh para pejabat tingkat provinsi dan kabupaten, perwakilan kementerian, dan mitra kerja INOVASI. Gilang Aryo Damar dan Rondiyah hadir untuk mewakili Kepala Kantor Bahasa, Dr. Puji Retno Hardiningtyas, M.Hum.

Kegiatan diawali dengan sambutan Direktur Program INOVASI Indonesia, Mark Heywart, Ph.D. Beliau menyampaikan sambutan secara daring. Program kerja sama Pemerintah Indonesia dengan Australia melalui DFAT (Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan) dijadwalkan berlangsung selama 16 tahun, sejak 2016 hingga 2031.

Selama dua fase, sudah banyak hal yang dicapai. Di fase ketiga ini, INOVASI akan menyasar Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Tengah. “Fokus fase ketiga adalah pada kurikulum pendidikan, praktek pengajaran, kepemimpinan pendidikan, kesetaraan gender, dan perubahan iklim. Kelima fokus tersebut mencakup pendidikan inklusi disabilitas,” ungkap Mark Heywart dalam sambutannya. Apa yang disampaikan oleh Mark Heywart sejalan dengan tujuan Kantor Bahasa, meningkatkan kualitas pendidikan tanpa mengabaikan teman difabel.

Selanjutnya, Dr. Fathurrahman, M.Si., selaku Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat menyampaikan sambutan mewakili Penjabat Gubernur. “Kami berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, pihak swasta, dan pemerintah Australia terus berlanjut. Saat ini, IPM Nusa Tenggara Barat berada di angkat 72,97. Masih perlu banyak perbaikan agar sejajar dengan provinsi lain. Untuk itu, sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan agar IPM Nusa Tenggara Barat dapat terdongkrak,” ujarnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan peluncuran program INOVASI Fase 3 yang ditandai dengan penabuhan cidur oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat dan diikuti peniupan kandole oleh seluruh peserta. Setelah itu, para pemangku kepentingan menandatangani komitmen bersama. Dengan adanya peluncuruan ini, diharapkan tujuan INOVASI dapat tercapai, yaitu peningkatan pembelajaran dan pencapaian keterampilan dasar bagi seluruh siswa sekolah dasar di Indonesia.