Hari Kedua Pemantauan dan Evaluasi Pengimbasan Revitalisasi Bahasa Daerah Menyasar Kabupaten Lombok Tengah

Lombok Tengah, 23 Juli 2024—Tim KKLP Pemodernan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat kembali melakukan pemantauan dan Evaluasi Pengimbasan Revitalisasi Bahasa Daerah. Tim ke empat sekolah di Lombok Tengah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah. Pada kesempatan kali ini, tim turut didampingi oleh perwakilan KKLP Pemodernan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra dari pusat, Ibu Inayatussalihah.

Pertama, tim bergerak ke SDN 1 Pengadang. Sekitar 20 siswa kelas 6 tampak antusias mengisi kuesioner dan menerima pembelajaran dari salah satu guru termbas yang merupakan guru muatan lokal, Ibu Heni Wardatul. Ibu Heni memperagakan bagaimana mengajar siswa-siswi tentang aksara Sasak. Anak-anak memang belum terbiasa dengan aksara Sasak, namun mereka semangat mempelajarinya.

Tim kemudian bergerak menuju SMPN 1 Praya Tengah. Di sekolah ini, tim melihat bagaimana praktik pembelajaran nembang berlangsung. Para siswa mempelajari tembang Asmaradana. Setelah itu, tim melanjutkan ke SDN Prayitna. Sama seperti di SDN 1 Pengadang, anak-anak tampak antusias. Terlebih lagi, dua orang anak yang berani menanamkan cerita sasak.

Sekolah terakhir yang dikunjungi adalah SMPN 1 Praya. SMPN 1 Praya memiliki latar belakang siswa dan guru yang majemuk, ada yang dari Jawa dan Bali. Namun, mereka semua semangat mempelajari bahasa Sasak. Tim Pemantau sempat mengetes siswa untuk menulis menggunakan aksara Sasak dan hampir semuanya dapat menulisnya dengan benar.

Setelah selesai mengunjungi empat sekolah, tim berkunjung ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Tengah untuk bertemu dan melaporkan proses dan hasil pemantauan kepada kepala dinas, Lalu Idham Halid. “Ya, kami sudah merencanakan untuk menyelenggarakan Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Kabupaten Lombok Tengah. Banyak siswa yang harus kami fasilitasi dengan lomba agar bakatnya tersalurkan dengan baik,” ungkap Lalu Idham Halid saat ditanya mengenai keberlangsungan program Revitalisasi Bahasa Daerah di wilayahnya.