Sosialisasi Kamus Terpadu Sasambo di Kabupaten Lombok Tengah
ombok Tengah, 23 Juli 2024—Kamus Terpadu Sasambo yang baru saja diluncurkan oleh Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat disosialisasikan kepada para siswa dan tenaga pendidik di Kabupaten Lombok Tengah. Sosialisasi dilakukan tim Kantor Bahasa di SDN 1 Pengadang, SDN Prayitna, SMPN 1 Praya, dan SMPN 1 Praya Tengah.
Secara bergantian, Kasman (Widyabasa Ahli Muda) dan Gilang Aryo Damar (Penelaah Teknis Kebijakan) menyosialisasikan Kamus Anak Bergambar, Kamus Aksara Braille, dan Kadaring SIBI. Para siswa tampak masih awam mengenai cara teman-teman difabel berkomunikasi. Banyak siswa baru mengetahui apa itu aksara braille, seperti halnya Made, siswa kelas 9 dari SMPN 1 Praya. Baru kali ini ia mengetahui aksara Braille dan menyentuh buku beraksara Braille.
Sebagai _milestone_ jangka menengah yang harus dilakukan oleh Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, produk Kamus Terpadu Sasambo perlu diketahui oleh masyarakat Nusa Tenggara Barat secara luas. Pembuatan Kamus Terpadu Sasambo didasari berbagai tujuan, seperti pengembangan budaya lokal, penguatan identitas regional, preservasi bahasa daerah, aksesibilitas bahasa, pendidikan dan pembelajaran, serta inklusi sosial.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan para siswa sekaligus tenaga pendidik setidaknya dapat memahami kebutuhan teman-teman difabel. Selain itu, seperti yang disampaikan Gilang Aryo Damar saat menyosialisasikannya, kamus ini juga berguna agar teman-teman difabel merasa lebih dihargai dan diakui masyarakat. Hal tersebut mendorong terwujudnya lingkungan inklusi dan memastikan semua kelompok masyarakat memiliki akses yang sama terhadap informasi.
Sosialisasi Kampus Terpadu Sasambo tidak akan berhenti di Kabupaten Lombok Tengah. Selama tiga hari ke depan, Tim Efektif Kamus Terpadu akan menyosialisasikannya di Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Barat, dan Kota Mataram secara berurutan.