Kantor Bahasa Provinsi NTB Berikan Penguatan UKBI dan Literasi di SMK Pembangunan Pertanian Negeri Mataram
Mataram, 24 Juli 2024--Penguatan Literasi Program SMK Pusat Keunggulan Skema Regular Lanjutan Tahap I Tahun 2024 diselenggarakan oleh SMK Pembangunan Pertanian Negeri Mataram. Tim Literasi dan UKBI Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat dipercaya menjadi narasumber untuk mengawal program literasi. Tim Literasi terdiri atas Ni Made Yudiastini dan Lentera Nurani Setra serta Tim UKBI terdiri atas Hartanto dan Desi Rachmawati memberikan sejumlah materi hingga esok, 25 Juli 2024.
Kegiatan dibuka oleh Kepala SMKPP Negeri Mataram, Sugiarta. Ia menyampaikan bahwa SMKPP Mataram telah memasuki tahun ketiga dalam Program Pusat Keunggulan. Dari rapor pendidikan, tahun 2022 SMKPP masih mendapat nilai merah untuk literasi dan numerasi. Dampak dari program PK, rapor pendidikan kini sudah lebih baik, yakni rapor literasi dan numerasi menjadi kuning di tahun 2023. "Harapannya teman-teman yang hari ini ikut serta dalam lokakarya ini bisa saling berbagi dengan teman-teman guru lainnya hingga kita mencapai tujuan kita, yaitu rapor pendidikan hijau," tuturnya.
Materi pertama diisi oleh Hartanto. Ia memberi materi terkait Penguatan Kemahiran Berbahasa Indonesia. Sebagai pengantar, Hartanto menjelaskan program pemerintah terkait penguatan bahasa Indonesia dengan adanya Trigatra Bangun Bahasa. Imbauan terkait membiasakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar pendidikan nonmulok atau bahasa asing. "Di dunia luar, bahasa yang akan lebih banyak ditemui siswa adalah bahasa Indonesia. Itulah mengapa bahasa Indonesia membuka akses kepada pendidikan di Indonesia. Kalau mereka terus menerus menggunakan bahasa daerah, tentu akan kesulitan," jelasnya.
Materi penguatan kemahiran berbahasa memantik berbagai pertanyaan. Satu per satu guru-guru menanyakan kegelisahan yang mereka temui saat mengajar terkait bahasa. Dedi menanyakan apa yang harus dilakukan apabila anak-anak punya kendala dalam menyampaikan suatu konsep dalam bahasa Indonesia sebab mereka telah banyak terpapar bahasa Sasak sebagai bahasa Ibu.
Materi dilanjutkan dengan kiat penyusunan buku untuk pendidik dan siswa. Ni Made Yudiastini selalu anggota KKLP Literasi menyampaikan sumber data apa saja yang dapat dikembangkan oleh Bapak dan Ibu guru untuk dijadikan bahan bacaan berupa buku. Buku-buku tersebut boleh jadi berupa fiksi ataupun nonfiksi. Peluang penciptaan buku fiksi dibuka luas oleh Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui sayembara penulisan cerita anak setiap tahunnya. Ia juga menyebutkan peluang penerbitan buku juga dapat dicari dengan menggaet mitra. Selain itu, Ni Made juga mengimbau dilakukannya penerapan pembiasaan literasi untuk memperkaya bahan dalam penulisan buku.
Di hari berikutnya, yakni pada tanggal 25 Juli 2024 akan dilaksanakan Sosialisasi UKBI bagi siswa dan guru. Kegiatan ini akan dilanjutkan dengan pengujian UKBI bagi siswa dan guru apabila tanggal pengujian telah disepakati.