Tenaga Pendidik dan Siswa Empat Sekolah di Kabupaten Lombok Utara Tertarik dengan Kamus Terpadu Sasambo

Lombok Utara, 24 Juli 2024—Sosialisasi Kamus Terpadu Sasambo sebagai milestone jangka menengah Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam merangkul teman-teman difabel yang dilakukan di Kabupaten Lombok Utara. Empat sekolah yang menjadi peserta sosialisasi, yaitu SDN 7 Pemenang Barat, SDN 3 Pemenang Timur, SMPN 4 Tanjung, dan SMPN 3 Gangga.

Tim Efektif Kamus Terpadu yang diwakili oleh Kasman (Widyabasa Ahli Muda) dan Gilang Aryo Damar (Penelaah Teknis Kebijakan) bergantian memungkinkan siswa dan tenaga pendidik mengenal bahasa isyarat dan aksara Braille melalui kamus terpadu. Sama seperti di Lombok Tengah, Tim Efektif Kamus Terpadu mengajak peserta untuk merangkul seluruh lapisan masyarakat, termasuk teman-teman difabel.

“Salah satu tujuan dibuatnya kamus ini adalah untuk aksesibilitas bahasa. Yang dimaksud dengan aksesibilitas bahasa adalah menyediakan akses kepada individu yang mengalami keterbatasan fisik, seperti tuna netra dan tuna rungu,” ungkap Gilang saat menjelaskan tujuan dibuatnya Kamus Terpadu Sasambo.

Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui apa itu bahasa isyarat dan aksara Braille. Para siswa tampak kagum karena baru pertama kali ini melihat dan menyentuh langsung buku beraksara Braille. Dengan diadakannya sosialisasi ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang mengetahui dan memperhatikan keberadaan teman-teman difabel sehingga bisa hidup berdampingan dengan harmonis.