Pemantauan Pengimbasan Revitalisasi Bahasa Daerah di Kabupaten Lombok Barat
Lombok Barat, 25 Juli 2024—Tim Pemantauan Revitalisasi Bahasa Daerah Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat menyambangi Kabupaten Lombok Barat. Pertama, tim mengunjungi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat untuk menginformasikan dan meminta izin untuk melakukan pemantauan di empat sekolah. Sekolah yang terpantau terpencar di berbagai wilayah.
Dua SD yang dikunjungi adalah SDN 3 Beleka dan SDN 1 Gelogor. Sementara itu, SMP yang dikunjungi adalah SMPN 1 Narmada dan SMPN 1 Lingsar. Siswa keempat sekolah tampak antusias menyambut dan mengikuti kegiatan pemantauan. Bahkan, siswa SDN 3 Beleka susah payah berlatih untuk menampilkan tarian sambutan.
Pada tahun 2023, ada cukup banyak pemenang Festival Tunas Bahasa Ibu dari Kabupaten Lombok Barat. Padahal, kabupaten ini belum memiliki kurikulum bahasa Sasak untuk jenjang SD dan SMP. Hal tersebut sebenarnya menunjukkan bahwa siswa dan siswi di Kabupaten Lombok Barat memiliki potensi yang besar.
Arin Agistin, Pemenang Lomba 1 Komedi Tunggal Bahasa Sasak dari SMPN Lingsar, mengaku senang belajar bahasa daerah. Ia pun tidak kunjung puas. Arin masih ingin mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu di mata lomba yang berbeda, yaitu mendongeng Sasak. Arin merupakan salah satu contoh siswa yang berprestasi. Apabila pemerintah daerah serius menggarap kurikulum muatan lokal bahasa daerah, akan makin banyak Arin-Arin lain yang bermunculan.
Dengan adanya kegiatan pemantauan dan evaluasi ini, diharapkan materi Revitalisasi Bahasa Daerah yang diajarkan kepada guru master dapat disebarkan kepada rekan sesama guru dan murid dengan baik. Apa saja kendala yang ditemui guru master dapat dipahami dengan baik oleh KKLP Pemodernan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra sehingga bisa mengambil langkah antisipasi untuk ke depannya.