Kolaborasi Pelestarian Bahasa Daerah: Kantor Bahasa Provinsi NTB Menerima Kunjungan dari Yayasan BASAibu Wiki

Mataram, 5 Agustus 2024-- Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat mendapat kunjungan dari Yayasan BASAibu Wiki. Kunjungan ini dalam rangka merangkul Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk berkolaborasi dalam hal pelestarian bahasa daerah. Sebagai perwakilan, hadir Putu Eka Guna Yasa, M.Hum. sebagai Direktur Pelaksana BASAibu Wiki. Guna juga ditemani Juni, Harla, dan Ita. Ita merupakan perwakilan dari Rumata Artspace yang kini tengah bekerja sama dalam membentuk BASAsulsel Wiki. Keempatnya diterima dengan senang hati oleh perwakilan Tim Perkamusan dan Tim Kerja Sama Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat mewakili Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTB yang tengah bertugas.

Guna menjelaskan bahwa BASAibu Wiki yaitu Yayasan yang mengembangkan platform digital kreatif yang bertujuan memperkuat peran pemuda untuk menyikapi isu publik berbasis bahasa daerah. Salah satu produk BASAbali adalah kamus Bahasa daerah dengan terjemahan bahasa Indonesia dan bahasa Inggri. Terdapat pula diskusi publik yang dihadiri oleh remaja untuk mengembangkan daya kritis remaja terhadap isu-isu kedaerahan. Bagi Guna, terdapat kesamaan visi antara BASAibu Wiki dan kantor serta balai di bawah Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. “Saya kira sudah bukan zamannya kita berkompetisi, melainkan berkolaborasi. Untuk itu lah kami ingin ada kolaborasi yang baik dalam hal pelestarian bahasa daerah di wilayah kerja masing-masing,” tuturnya.

BASAibu Wiki telah memiliki platform terkait Kebudayaan Bali dan Makassar. Yayasan yang berpusat di Bali ini bermaksud melebarkan sayap hingga ke Provinsi NTB. Untuk itu, tujuan utama kunjungan ini adalah menjalin kemitraan dengan Kantor Bahasa Provinsi NTB, yakni berupa permohonan saran mitra-mitra lain yang dapat dirangkul di Nusa Tenggara Barat serta fasilitasi tempat, juri, dan narasumber. 

Zamzam Hariro, M.Pd. selaku anggota tim kerja sama menanggapi apa yang tengah dilakukan BASAibu sejauh ini. Ia menuturkan bahwa telah banyak program Kantor Bahasa Provinsi NTB yang mengupayakan lestarinya bahasa dan sastra daerah di Nusa Tenggara Barat. Di antara program tersebut berupa pembuatan kamus dan pelaksanaan rangkaian kegiatan Revitalisasi Bahasa Daerah. Zamzam diketahui mengatakan bahwa ada banyak hal yang perlu dan dipelajari sebelum membuat program, khususnya program yang berhubungan dengan bahasa daerah. “Kami rasa terkait nama program dan platform yang nanti akan diluncurkan perlu dipertimbangkan. Kami memiliki tiga suku yang sama besarnya di Nusa Tenggara Barat. Tidak bisa serta merta menggunakan hanya salah satu suku saja,” ungkapnya. Ia kemudian memaparkan bahasa-bahasa apa saja yang asli berasal dari Nusa Tenggara Barat dan bagaimana keadaannya saat ini.

Dari penjelasan Zamzam, tim Yayasan BASAibu merasa ada banyak hal yang perlu dibicarakan terkait kebiasaan dan kebudayaan masyarakat NTB. Hubungan kemitraan juga dirasa perlu untuk memperkaya referensi dan memastikan validitas bahan yang akan dimuat dalam platform. Bentuk kerja sama yang dapat disinergikan juga akan dibicarakan lebih lanjut Bersama Pimpinan Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat.