Gerakan Budaya Literasi di SMKN 1 Lambu oleh Kantor Bahasa Provinsi NTB

Lambu, 5 Agustus 2024--Lokakarya Penguatan Literasi dan Numerasi untuk SMK PK diadakan oleh SMKN 1 Lambu, Kabupaten Bima. Kegiatan tersebut dilaksanakan di aula praktikum Prodi Kelautan SMKN 1 Lambu yang dihadiri oleh 100 orang guru. Pelaksanaan kegiatan akan berlangsung selama dua hari, 5--6 Agustus 2024. Workshop bertujuan untuk memperkuat literasi dan numerasi dalam pembelajaran di sekolah. Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat mendapat kesempatan untuk menghadirkan narasumber pada kegiatan tersebut. Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dr. Puji Retno Hardiningtyas, M.Hum., mengutus Nurcholis Muslim selaku koordinator KKLP Literasi sebagai narasumber.

Lokakarya dilaksanakan dengan menyampaikan materi ceramah. Nurcholis menyampaikan tiga tahap dalam penguatan literasi, yakni pembiasaan, peningkatan lingkungan afektif, dan pemberian penghargaan pada pegiat literasi di sekolah. Menurut Nurcholis, tahap pembiasaan dapat dilakukan dengan perlakuan sederhana, seperti membaca 15 menit. Pembiasaan membaca 15 menit juga harus dilakukan oleh pengajar. Dari hasil bacaan, anak-anak diberi kesempatan memproduksi beragam produk multimodal, seperti video, esai, puisi, dan karya-karya lainnya.

Selanjutnya Nurcholis memberikan contoh kegiatan yang membangkitkan jiwa kompetitif siswa dalam berliterasi. Kegiatan tersebut dapat berupa penghadiran majalah sekolah, siniar, apresiasi terhadap pembaca buku terbanyak di perpustakaan, dan pameran literasi pilihan. Dengan demikian, siswa mempunyai motivasi yang jelas dalam memperbanyak bacaannya.

Nurcholis juga mengingatkan agar guru selalu menyesuaikan diri dengan kegemaran siswa. Sebisa mungkin, guru wajib menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan. Penjelas Nurcholis ini sekaligus menjawab beragam tantangan dan kendala yang diakui para guru yang dialami saat mengajar. Dalam sesi diskusi, satu per satu guru menyampaikan kendala masing-masing, seperti kurangnya antusiasme siswa, sedikitnya media pembelajaran, dan referensi yang monoton. Seluruh tantangan ini akan dijawab oleh Nurcholis dalam pemaparan materi esok hari.