Kantor Bahasa Provinsi NTB Perkenalkan Kamus Terpadu Bahasa Daerah ke Empat Sekolah di Kabupaten Bima

Kabupaten Bima, 6 Agustus 2024--Pelaksanaan Sosialisasi Kamus Terpadu Bahasa Daerah (Sasak, Samawa, dan Mbojo)-Indonesia-Bahasa Isyarat-Aksara Braille Ramah Anak dan Difabel berlanjut di Kabupaten Bima. Sasaran sekolah yang dikunjungi, yaitu SMPN 3 Woha, SDN 1 Tente, SDN 2 Tente, dan MTs Negeri 5 Bima. Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Puji Retno Hardiningtyas memulai sosialisasi di SMPN 3 Woha. Ia menjelaskan bahwa Kamus Bergambar Bahasa Sasambo-Indonesia terdiri atas 173 kosakata dasar mulai dari pengenalan anggota tubuh, kata tanya, kata ganti, kata sifat, kata kerja, dan kata keterangan.

"Semoga produk ini dapat membantu Bapak dan Ibu guru master dalam pengimbasan Revitalisasi Bahasa Daerah. Misalnya, di kamus disertai dengan gambar dan diikuti bahasa Mbojo. Untuk anak SD dan SMP pasti senang dengan desain gambar. Kami sebagai pendatang mungkin terdengar lucu ketika melafalkan bahasa Mbojo. Akan tetapi, kami jadi mengetahui bahasa Mbojo dan mendukung pelestarian bahasa daerah," ujar Puji Retno mengawali pengenalan kamus inovasi.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa produk tersebut dapat digunakan sebagai bahan ajar dalam Revitalisasi Bahasa Daerah. Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat berupaya mempertahankan daya bahasa Mbojo dan bahasa daerah lainnya di NTB. Kantor Bahasa juga melakukan inovasi untuk teman-teman tunanetra, yaitu Kamus Aksara Braille dengan wujud huruf-huruf timbul.

"Semua produk kami bisa diakses melalui laman kantorbahasantb.kemdikbud.go.id. Kamus Aksara Braille kami cetak khusus untuk teman-teman tunanetra. Kita juga harus memperhatikan teman-teman disabilitas karena ada juga sekolah inklusi. Inovasi kamus ini juga untuk menjawab tantangan kesenjangan komunikasi antara teman asibilitas dan disabilitas. Kamus tersebut berupa Kadaring SIBI berbasis laman," tambahnya menguraikan beberapa produk inovasi.

Puji Retno mempraktikkan pencarian kata bahasa isyarat dalam laman Kadaring SIBI. Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat menggunakan SIBI sebagai aturan resmi pemerintah sedangkan Bisindo merupakan bahasa nonformal yang biasa digunakan oleh teman-teman tunarungu dalam komunikasi informal.

Fahyuni Nur, guru master SDN 2 Tente sebagai perwakilan sekolah menyampaikan ulasan mengenai produk inovasi Kamus Bergambar Sasambo-Indonesia, Kadaring SIBI, dan Kamus Aksara Braille. Ia mengungkapkan bahwa produk ini akan membantu proses pengajaran kepada siswa didik, terutama sebagai bahan ajar pendamping Revitalisasi Bahasa Daerah yang dapat dinikmati oleh siswa. Desain Kamus Bergambar Sasambo-Indonesia menyesuaikan dengan jenjang usia siswa.

Sosialisasi berlanjut di SDN 1 Tente. Puji Retno menjelaskan sekaligus mempraktikkan beberapa kosakata dalam bahasa Mbojo. Ia berupaya terus mendiseminasikan produk inovasi Kamus Terpadu Bahasa Daerah ke berbagai sekolah. Ia juga menambahkan bahwa bantuan buku bahan bacaan literasi terbitan Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa akan dibagikan ke sekolah-sekolah yang telah dikunjungi dalam sosialisasi ini.

"Kami akan mengupayakan pengiriman buku bahan bacaan literasi. Kami tetap berupaya mencetak buku yang bisa dijadikan referensi bahan bacaan bagi anak-anak didik kita," tuturnya.

Hal yang sama dijelaskan kembali oleh Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat di MTs Negeri 5 Bima. Sekolah yang terakhir dikunjungi di Kabupaten Bima ini mengapresiasi produk inovasi yang dihasilkan Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Adik-adik siswa yang hadir menunjukkan ketertarikan dengan ikut mengoreksi pelafalan dalam bahasa Mbojo. Nur Fitriani selaku Kepala MTs Negeri 5 Bima menyatakan kesiapannya untuk menjadikan produk inovasi kamus sebagai bahan ajar tambahan bagi siswa.