Sosialisasi UKBI Adaptif Merdeka di SMKN 2 Praya Tengah oleh Kantor Bahasa Provinsi NTB
Praya, 7 Agustus 2024—SMKN 2 Praya Tengah mengundang Kantor Bahasa Provinsi NTB untuk menyosialisasikan UKBI Adaptif Merdeka sebagai upaya pemenuhan program literasi di SMK Pusat Keunggulan (SMK PK). Kegiatan tersebut diikuti oleh 66 guru seluruh bidang mata pelajaran dan 45 siswa Jurusan Desain Permodelan Informasi dan Bangunan. Kegiatan sosialisasi dibuka oleh Kepala SMKN 2 Praya Tengah. "Dengan rangkaian pembekalan selama sosialisasi di SMKN 2 Praya Tengah, diharapkan Bapak dan Ibu guru dapat memanfaatkan kesempatan belajar ini dengan sebaik mungkin. Memang padat dan kegiatan yang sangat beragam ini menyita waktu pembelajaran. Namun, ini menjadi keharusan untuk kita semua, ya. Kantor Bahasa Provinsi NTB sudah mendampingi dan kami ucapkan terima kasih," ungkap Kepala SMKN 2 Praya Tengah, Zainuddin.
Pelaksanaan Sosialisasi UKBI Adaptif Merdeka ini sejalan dengan tujuan program SMK Pusat Keunggulan, yaitu untuk mewujudkan pengembangan SMK dengan program keahlian tertentu sehingga terjadi peningkatan kualitas dan kinerja di bidang pendidikan vokasi. Dalam hal ini, UKBI Adaptif Merdeka mampu menjadi pondasi dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar bagi peuji dalam dunia kerja saat ini.
Dalam proses pemenuhan Program SMK Pusat Keunggulan (PK), Kantor Bahasa bertugas mendampingi pelaksana UKBI. Dua pegawai Kantor Bahasa, Rizki Gayatri dan Rondiyah mendapatkan tugas dari Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Puji Retno Hardiningtyas untuk melakukan sosialisasi UKBI bagi guru dan siswa di SMKN 2 Praya Tengah.
Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di dua kelas terpisah, kelas untuk guru dan kelas untuk siswa. Kelas untuk guru dilaksanakan di ruang guru dan kelas untuk siswa dilaksanakan di Laboratorium Jurusan Desain Permodelan Informasi dan Bangunan. Hal ini bertujuan untuk memudahkan dalam pemberian materi. Dalam sosialisasi tersebut, Rizki Gayatri dan Rondiyah menyampaikan fungsi, tujuan, dan manfaat UKBI serta cara mengerjakan soal. Kegiatan berlangsung antusias dari guru dan siswa dengan banyaknya peserta kegiatan yang bertanya hingga sesi berakhir.