Pemantauan Pengimbasan Revitalisasi Bahasa Daerah di Kabupaten Dompu

Kabupaten Dompu, 7 Agustus 2024--Program Revitalisasi Bahasa Daerah, dalam hal ini Pemantauan dan Evaluasi Pengimbasan Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) dilanjutkan ke Kabupaten Dompu. Empat perwakilan sekolah, yaitu SMPN 2 Pajo, SDN 16 Dompu, SDN 14 Dompu, dan SMPN 1 Dompu menjadi sasaran kegiatan.

Kunjungan pertama diawali ke SMPN 2 Pajo. Tim diterima oleh Kepala SMPN 2 Pajo, Arifin H. Arsyik bersama guru master, siswa, dan perwakilan guru lainnya. Dalam sambutannya, Kepala SMPN 2 Pajo memaparkan bahwa bahasa merupakan materi yang sangat dibutuhkan sebagai bahan pembelajaran. Untuk itu, pendidikan bahasa sangat perlu dilaksanakan di sekolah. Siswa juga tidak boleh lupa dengan bahasa Ibu, yaitu bahasa daerah.
"Kita membangun bahasa dengan sebaik-baiknya. Kita mulai belajar dengan bahasa Ibu, bahasa Indonesia, kemudian bahasa asing. Pemerintah juga mulai menggencarkan kembali penggunaan bahasa Mbojo," ujarnya memberikan sambutan pengantar.

Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Puji Retno Hardiningtyas mengawali sambutan dengan pengenalan tugas dan fungsi Kantor Bahasa. Kemudian, ia menjelaskan bahwa program Revitalisasi Bahasa Daerah telah dilakukan sejak tahun 2022 dengan tujuan pelestarian bahasa daerah. Pengimbasan guru master menjadi salah satu tahapan dalam program ini. Ada tujuh materi lomba yang diajarkan kepada seluruh guru master. Materi tersebut harus diimbaskan ke siswa dan guru SMPN 2 Pajo dan sekolah lainnya di Kecamatan Pajo, termasuk berkoordinasi dengan pihak Dinas Pendidikan.

"Guru master juga menyertakan data pengimbasan berupa dokumentasi, jumlah guru, jumlah siswa, dan jumlah sekolah yang telah menerima pengimbasan. Harapan kami, pengajaran bahasa daerah tidak hanya dijadikan materi muatan lokal, tetapi perlu juga penguatan dan dukungan dari pemerintah daerah setempat. Sudah ada Peraturan Daerah NTB Nomor 5 Tahun 2020 tentang Pengembangan, Pembinaan, dan Pelindungan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah. Kunjungan ini juga untuk melakukan pengukuran terhadap program pengimbasan Revitalisasi Bahasa Daerah yang telah dilakukan oleh guru master di SMPN 2 Pajo, Ibu Winda Kurniawati," lanjutnya menguatkan pelaksanaan program Revitalisasi Bahasa Daerah.

Pengukuran keberhasilan pengimbasan materi Revitalisasi Bahasa Daerah dilakukan melalui penyebaran instrumen kepada perwakilan siswa, guru, dan kepala sekolah. Hasil pengisian instrumen ini akan diolah dan menjadi data final untuk memastikan hasil pengimbasan di Nusa Tenggara Barat, khususnya Kabupaten Dompu sebagai wilayah yang dikunjungi hari ini. Guru master Winda Kurniawati mempraktikkan materi pengajaran tembang Dali kepada siswa sebagai bagian dari proses pengukuran pengimbasan di SMPN 2 Pajo.

Kunjungan kedua dilanjutkan ke SDN 16 Dompu. Tim diterima oleh guru master tahun 2022, yaitu Nuraini. Kasman selaku Koordinator Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) Pelindungan dan Pemodernan Bahasa dan Sastra menjelaskan pengisian instrumen pengimbasan Revitalisasi Bahasa Daerah kepada 20 siswa. Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat fokus melaksanakan proses data pengimbasan untuk menentukan tingkat keberhasilan Revitalisasi Bahasa Daerah sebagai salah satu program prioritas.

Berikutnya, kegiatan dilanjutkan dengan mengunjungi SMPN 1 Dompu. Pada  kunjungan ini, tim diterima oleh kepala sekolah sekaligus narasumber Pelatihan Guru Master, Abdul Basith dan guru master, Edi Mulyadi. Edi sebagai perwakilan guru master menuturkan bahwa giat pengimbasan di SMPN 1 Dompu telah dijalankan dengan baik. Hal ini terlihat dari keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan pengimbasan berupa pembelajaran materi Revitalisasi Bahasa Daerah dan persiapan materi Festival Tunas Bahasa Ibu.

Puji Retno berkesempatan menjelaskan tujuan kunjungan kepada siswa. Ia turut melaksanakan pemantauan dan evaluasi pengimbasan Revitalisasi Bahasa Daerah di SMPN 1 Dompu untuk memastikan keberhasilan program prioritas ini. Lebih lanjut ia menekankan pentingnya penguasaan tujuh materi lomba dalam Festival Tunas Bahasa Ibu sebagai tahapan puncak program Revitalisasi Bahasa Daerah.

"Untuk revitalisasi ini, adik-adik harus tetap melanjutkan sampai kuliah juga. Adik-adik tetap gunakan bahasa Mbojo. Bahasa Mbojo akan menjadi bahasa Ibu saat adik-adik memperkenalkan bahasa Mbojo sebagai bahasa pertama ketika memiliki anak-anak nanti. Jangan sampai bahasa Mbojo nanti hilang karena penuturnya sudah tidak menggunakan bahasa Mbojo lagi," terangnya saat menyampaikan penguatan Revitalisasi Bahasa Daerah di hadapan 20 siswa yang telah mendapatkan pengimbasan.

SDN 14 Dompu menjadi sekolah terakhir yang dikunjungi. Tim melakukan pemantauan didampingi guru master, Khaerunnisa. Berdasarkan hasil pemantauan, sekolah telah aktif melakukan kegiatan pengimbasan Revitalisasi Bahasa Daerah. Hasil akhir akan diketahui setelah pengolahan data instrumen selesai dilakakukan oleh Tim KKLP Pelindungan dan Pemodernan Bahasa dan Sastra.