Kantor Bahasa Provinsi NTB Perkenalkan Kamus Terpadu Bahasa Daerah ke Empat Sekolah Kabupaten Dompu

Kabupaten Dompu, 7 Agustus 2024--Sosialisasi Kamus Terpadu Bahasa Daerah (Sasak, Samawa, dan Mbojo)-Indonesia-Bahasa Isyarat-Aksara Braille Ramah Anak dan Difabel kembali dilakukan oleh Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sasaran kali ini adalah Kabupaten Dompu dengan empat perwakilan sekolah, yaitu SMPN 2 Pajo, SDN 16 Dompu, SDN 14 Dompu, dan SMPN 1 Dompu. 

Kunjungan pertama diawali dengan SMPN 2 Pajo. Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Puji Retno Hardiningtyas menyosialisasikan produk inovasi dengan mendemonstrasikan langsung berbagai produk inovasi. Ia menuturkan bahwa Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat telah melahirkan inovasi produk Kamus Bahasa Daerah Sasambo sebagai bahan ajar Revitalisasi Bahasa Daerah. Sasaran program ini adalah siswa SD dan SMP yang terdiri atas 173 kosakata dengan kata dasar, kata sifat, kata kerja, kata ganti, dan kata keterangan. Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat mempraktikan beberapa pelafalan kosakata Kamus Bergambar Sasambo-Indonesia.

Ada catatan perbedaan dialek kosakata bahasa Mbojo wilayah Bima dan Dompu. Untuk itu, adanya usulan pencantuman kosakata yang lebih lengkap untuk memastikan penggunaan bahasa Mbojo yang lebih sempurna pada Kamus Terpadu Bahasa Daerah Sasak, Samawa, dan Mbojo. Adanya perbedaan dialek tersebut menjadi keberagaman bahasa Mbojo yang perlu terus dilestarikan.

"Produk inovasi kami ini akan kami cetak dan terbitkan pada tahun 2025. Saat ini kamus masih dalam tahap pengurusan ISBN. Kamus ini juga kami alih wahanakan ke Kamus Aksara Braille untuk teman-teman tunanetra. Kamus ini murni menggunakan aksara Braille yang memang cara membacanya dengan diraba dan dimulai dari arah kiri ke kanan. Kami juga memiliki Kamus dalam Jaringan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia untuk teman-teman tunarungu. Kamus ini bisa diakses melalui laman kadaringsibi.kemdikbud.go.id. Semua produk inovasi ini kami integrasikan menjadi satu untuk memudahkan informasi. Semoga produk ini dapat bermanfaat untuk masyarakat," terangnya melengkapi penjelasan produk.

Muhammad Rifan, salah seorang siswa SMPN 2 Pajo memberikan testimoni atas produk inovasi ini. Ia menceritakan bahwa ia kurang mengerti bahasa Mbojo karena lama tinggal di Ambon. Jadi, menurutnya kamus ini bermanfaat untuk bahan belajar bahasa Mbojo. Selain itu, ia termotivasi belajar bahasa Mbojo dengan adanya kamus ini. Hal senada juga disampaikan oleh Muhammad Thamrin, guru SMPN 2 Pajo yang menerima pengimbasan. 

"Kamus ini sangat bermanfaat bagi peserta didik. Harapan saya, kamus ini dapat dipergunakan seluasnya oleh peserta didik di sekolah dan Kabupaten Dompu," ujarnya mengungkapkan harapannya.

Kunjungan berlanjut di SDN 16 Dompu. Sosialisasi dilakukan dengan menggandeng salah seorang guru master Revitalisasi Bahasa Daerah, Nuraini. Harapannya, kamus inovasi tersebut diketahui dan mulai dikenal oleh perwakilan guru. Berikutnya, tim berkesempatan mengunjungi SMPN 1 Dompu. Puji Retno memaparkan kembali produk kamus inovasi kepada siswa dan guru. Ia mengungkapkan bahwa semua produk inovasi dapat diakses di laman.

"Adik-adik pasti akan mendapatkan materi tentang kosakata ketika mempelajari linguistik atau bahasa Indonesia, termasuk penyusunan kamus. Kamus yang kami buat ini masih memuat kata-kata dasar yang terdiri atas kata ganti, kata tanya, kata sifat, kata keterangan, dan kata benda. Kamus ini sangat baik digunakan untuk para pendatang yang ingin belajar bahasa Sasak, Samawa, dan Mbojo," tandas Puji Retno.

Sosialisasi kamus diakhiri di SDN 14 Dompu. Puji Retno mempraktikkan beberapa kosakata bahasa Mbojo untuk memastikan bahwa kosakata yang ada di kamus memang sesuai.