Hari Kedua Sosialisasi UKBI Adaptif Merdeka di Kabupaten Lombok Timur

Lombok Timur, 8 Agustus 2024-- Sosialisasi Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia di Kabupaten Lombok Timur di hari kedua dilanjutkan pada tanggal 8 Agustus 2024. Kegiatan ini menyasar dua sekolah, yakni SMAN 1 Aikmel dan MAN Islam Cendekia Lombok Timur. Selain itu, dilakukan pula pengujian UKBI bagi sebanyak 37 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dn Sastra Indonesia Universitas Hamzanwadi.

Di pagi hari, Tim UKBI dibagi menjadi dua, yakni tim SMAN 1 Aikmel dan MAN IC. Kedua tim akan menyosialisasikan UKBI kepada perwakilan setiap kelas di SMAN 1 Aikmel dan MAN IC. Perwakilan siswa akan mengimbaskan pendaftaran UKBI kepada siswa di kelas masing-masing agar pengujian dapat dilakukan pada tanggal 29 Agustus 2024 mendatang.

Sebagai perwakilan tim di SMAN 1 Aikmel, Desi Rachmawati menjelaskan manfaat UKBI untuk meningkatkan minat siswa dalam mengikuti tes UKBI. Desi mengatakan bahwa UKBI adalah salah satu media untuk mengevaluasi kompetensi berbahasa siswa. Apabila telah mengetahui seberapa kompetensi siswa, siswa akan tahu metode peningkatan bagaimana yang perlu dilakukan oleh siswa untuk dapat meningkatkan kompetensi bahasa. "Adik-Adik kan orang Indonesia, tentu wajib memiliki kompetensi berbahasa Indonesianya. Keikutsertaan Adik-Adik dalam UKBI juga merupakan bukti Adik-Adikk sudah berpartisipasi dalam pengutamaan bahasa Indonesia," ungkapnya.

Sementara itu, di MAN Insan Cendekia, Hartanto menyosialisasikan UKBI kepada peserta UKBI dari kelas X dan XI. "UKBI ini akan Adik-Adik butuhkan, terutama saat menjadi mahasiswa nanti. Sebagai persiapan, seluruh siswa kami harap bisa melakukan UKBI selagi masih menjadi siswa dan punya hak uji gratis," jelas Hartanto. 

Kedua tim kemudian melanjutkan pendampingan pengujian di Universitas Hamzanwadi. Seluruh mahasiswa yang di hari sebelumnya telah tersosialisasi telah siap melakukan UKBI. Seluruh mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia wajib memiliki sertifikat UKBI sebagai dokumen pendamping kelulusan. Meski tidak ditentukan, mahasiswa memiliki target predikat Unggul dalam pengujian kali ini. "Kami harap bisa mendapat nilai Unggul karena kami akan mengjar siswa-siswa lain nantinya. Calon guru Bahasa Indonesia nilainya tentu saja harus bagus," Agung, salah seorang peserta uji mengungkapkan targetnya. Hasil UKBI mahasiswa menjadi bahan evaluasi pihak prodi dalam peningkatan kemahiran berbahasa lulusannya.