Pemantauan dan Evaluasi Pengimbasan Revitalisasi Bahasa Daerah di Kabupaten Sumbawa
Kabupaten Sumbawa, 8 Agustus 2024--Program Revitalisasi Bahasa Daerah di Nusa Tenggara Barat telah memasuki tahap pemantauan dan evaluasi pengimbasan. Sasaran kegiatan hari ini adalah Kabupaten Sumbawa. Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama tim melakukan pemantauan dan evaluasi ke empat sekolah, yaitu MIN 1 Sumbawa, SDN 4 Sumbawa, SMPN 1 Labuhan Badas, dan MTs Negeri 1 Sumbawa. Tim juga didampingi oleh staf bidang kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa yang merupakan anggota Ikatan Duta Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, yaitu Subhan Azharullah.
Kegiatan pemantauan dan evaluasi pertama dilakukan di MIN 1 Sumbawa. Satriawan Thahir selaku Kepala MIN 1 Sumbawa bersama perwakilan guru master, Sri Mulyati dan Nurul Wahidah, menerima kunjungan. Pihak sekolah telah mempersiapkan 20 siswa yang akan mengisi instrumen pengimbasan. Terdapat 15 pertanyaan dalam instrumen yang mewakili indikator keberhasilan pengimbasan Revitalisasi Bahasa Daerah.
Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Puji Retno Hardiningtyas menyampaikan dalam sambutan pembukanya bahwa Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat melakukan pemantauan dan evaluasi Revitalisasi Bahasa Daerah di Kabupaten Sumbawa sebagai bagian dari tahapan program. Revitalisasi Bahasa Daerah masuk ke dalam Episode ke-17 Merdeka Belajar yang diluncurkan pada tanggal 21 Februari 2022 lalu oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim bertepatan dengan Hari Bahasa Ibu Internasional. Tujuannya adalah untuk memberi pola ajar yang dinamis, artinya semua siswa dapat belajar bahasa daerah di sekolah. Kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong lahirnya muatan lokal dan peraturan daerah yang melaksanakan tugas pelestarian bahasa daerah.
"Untuk pengimbasan, guru telah mengajarkan aksara Satera Jontal, puisi, menulis cerpen, komedi tunggal, sakeco, bagesa, dan mendongeng dalam bahasa Samawa. Hal ini menandakan bahwa proses pengimbasan Revitalisasi Bahasa Daerah berjalan dengan baik. Semoga pengimbasan ini dikoordinasikan juga dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan guru master lainnya. Hal yang penting juga adalah adanya laporan data jumlah pengimbasan mulai dari jumlah guru, siswa, dan sekolah agar dapat terpetakan," ujarnya menekankan pentingnya data jumlah pengimbasan Revitalisasi Bahasa Daerah.
Kedua guru master MIN 1 Sumbawa melakukan praktik baik pengajaran sakeco kepada siswa. Hal ini juga merupakan salah satu bagian evaluasi pengimbasan. Beberapa siswa juga mempraktikkan langsung sakeco. Kegiatan dilanjutkan di SDN 4 Sumbawa. Kedatangan tim telah ditunggu oleh Kepala SDN 4 Sumbawa dan para guru master. Pembukaan kegiatan dimulai dengan sambutan dari Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Ia mengingatkan kembali komitmen guru master ketika mengikuti kegiatan Pelatihan Guru Master. Puji Retno juga melakukan diskusi tanya jawab dengan perwakilan siswa yang hadir dalam kegiatan pemantauan dan evaluasi ini.
Kepala SDN 4 Sumbawa, Netty Aryani, yang sebelumnya merupakan guru master Revitalisasi Bahasa Daerah mengutarakan harapannya agar program Revitalisasi Bahasa Daerah terus berlanjut. Saat ini, beberapa siswa SDN 4 Sumbawa telah siap untuk mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Kabupaten Sumbawa. Pihak sekolah telah melakukan pengajaran dan pengimbasan sehingga siswa dan guru terimbas dapat mengikuti tahapan revitalisasi dengan baik.
"Kami bersyukur dengan adanya program ini. Program ini membawa dampak positif. Kami sebelumnya tidak terlalu mengenal bahasa, sastra, dan budaya Sumbawa. Sekarang semenjak adanya program ini, anak-anak didik kami antusias belajar bahasa dan budaya Sumbawa. Bahkan, Satera Jontal sekarang sudah menggema. Di setiap kegiatan, pemerintah daerah sekarang selalu menyisipkan aksara Satera Jontal. Hal ini sangat luar biasa. Saya berharap program-program Kantor Bahasa Provinsi NTB terus menyentuh sekolah dan bermanfaat untuk dunia pendidikan, terutama pelestarian bahasa daerah," ungkapnya merasakan dampak positif program Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Selanjutnya, pemantauan dan evaluasi dilakukan di SMPN 1 Labuhan Badas. Asmediati selaku guru master bersama guru dan siswa lainnya telah menyiapkan praktik pembelajaran Revitalisasi Bahasa Daerah. Materi praktik aksara Satera Jontal diajarkan oleh Eli Suratmi mewakili guru master tahun 2024. Pada kesempatan ini, Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat menginformasikan perkiraan jadwal Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi NTB. Ia berharap pihak sekolah telah menyiapkan siswanya untuk ikut berpartisipasi dalam FTBI, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.
MTsN 1 Sumbawa menjadi sekolah terakhir yang dikunjungi. Tim diterima oleh Kepala MTsN 1 Sumbawa, yaitu H. Adiat Hasan. Sebagai perwakilan sekolah di bawah Kementerian Agama, pelibatan dalam program Revitalisasi Bahasa Daerah ini merupakan bentuk kolaborasi penyebarluasan dampak pengimbasan kepada sekolah-sekolah yang bukan hanya bernaung di bawah Kemendikbudristek. Untuk itu, Puji Retno menekankan pentingnya pengimbasan Revitalisasi Bahasa Daerah ini ke siswa, guru, dan sekolah. Ke depannya, dampak program Revitalisasi Bahasa Daerah ini dapat diukur, baik secara kuantitatif maupun kualitatif di Kabupaten Sumbawa.