Kantor Bahasa Provinsi NTB Perkenalkan Kamus Terpadu Bahasa Daerah ke Empat Sekolah Kabupaten Sumbawa
Kabupaten Sumbawa, 8 Agustus 2024--Pelaksanaan Sosialisasi Kamus Terpadu Bahasa Daerah (Sasak, Samawa, dan Mbojo)-Indonesia-Bahasa Isyarat-Aksara Braille Ramah Anak dan Difabel menyasar Kabupaten Sumbawa. Ada empat sasaran sekolah yang dikunjungi, yaitu MIN 1 Sumbawa, SDN 4 Sumbawa, SMPN 1 Labuhan Badas, dan MTsN 1 Sumbawa. Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Puji Retno Hardiningtyas bersama tim mengunjungi MIN 1 Sumbawa yang terletak di daerah Poto, Kecamatan Moyo.
Kunjungan pertama disambut oleh Kepala MIN 1 Sumbawa, Satriawan Thahir. Kunjungan ini juga dihadiri oleh perwakilan guru guru, budayawan Sumbawa, dan guru-guru lainnya. Sebanyak 20 siswa mengikuti sosialisasi ini. Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat mengawali sosialisasi dengan memperkenalkan produk inovasi Kamus Sasambo Bergambar.
Ia menjelaskan bahwa untuk mendukung muatan lokal, Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat menerbitkan Kamus Bergambar Sasambo-Indonesia. Kamus ini bisa dimanfaatkan oleh sekolah. Kamus ini terdiri atas 173 pemahaman dasar Sasak, Samawa, dan Mbojo yang berisi kata kerja, kata sifat, kata bilangan, kata ganti, kata tanya, dan kata keterangan.
“Bapak dan Ibu guru serta adik-adik dapat menggunakan kamus ini sebagai bahan pembelajaran Revitalisasi Bahasa Daerah dalam muatan lokal. Kamus ini sedang dalam proses Pengajuan ISBN. Kami berharap dapat mencetak kamus ini sebanyak-banyaknya untuk dapat diedarkan ke berbagai sekolah,” terang Puji Retno memperkuat manfaat produk inovasi ini.
Puji Retno juga mengajarkan interaksi siswa dengan mempraktikan beberapa pelafalan pembelajaran dalam bahasa Samawa. Hal ini untuk menumbuhkan semangat belajar dan mengoreksi keterampilan menulis yang tepat. Ia juga menjelaskan tentang Kamus Aksara Braille yang dikhususkan untuk teman-teman tunanetra. Cara membaca kamus ini adalah dengan diraba dan dimulai dari arah kiri ke kanan. Kamus ini digunakan untuk teman-teman penyandang disabilitas yang hebat.
"Kami juga memiliki inovasi untuk teman-teman tunarungu, yaitu Kamus dalam Jaringan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (Kadaring SIBI) yang dapat diakses melalui laman kadaringsibi.kemdikbud.go.id atau kantorbahasantb.kemdikbud.go.id. Untuk Kadaring SIBI hanya berdasarkan laman karena membutuhkan tampilan videografis. Sekolah-sekolah yang kami datangi akan kami bagikan produk inovasi ini sebagai bahan pembelajaran dan bahan bacaan perpustakaan di sekolah,” tutupnya.
Sosialisasi berlanjut ke SDN 4 Sumbawa. Puji Retno Kembali menyosialisasikan Kamus Terpadu Bahasa Daerah. Ia menekankan bahwa produk kamus ini dapat dijadikan bahan ajar pendamping bahasa Samawa. Ia mengajak interaksi kuis dalam bahasa Samawa dengan siswa yang hadir. Renny Kusuma selaku perwakilan guru master mengapresiasi produk ini dan berharap bahwa kamus segera dapat dibagikan ke sekolah-sekolah.
"Kamus Sasambo Bergambar pasti menarik siswa-siswa kami. Sebagai guru, kami tentu sangat senang karena ada bahan ajar pendamping yang menyenangkan bagi siswa. Kami menunggu kamus ini dicetak lebih banyak dan dibagikan ke kami," pesannya menyatakan apresiasi produk Kamus Bergambar Sasambo-Indonesia .
Selanjutnya sosialisasi dilakukan di SMPN 1 Labuhan Badas. Perwakilan siswa dan guru terimbas Revitalisasi Bahasa Daerah mengikuti sosialisasi ini. Sri Asmediati, guru master ikut menyebarkan pencarian ilmu bahasa isyarat dalam laman. Ia menuturkan bahwa produk inovasi kamus harus disebarkan ke sekolah-sekolah sebagai tambahan bahan ajar siswa. Menurutnya, produk ini sangat bermanfaat untuk disebarluaskan ke sekolah.
Kunjungan terakhir di MTs Negeri 1 Sumbawa. Sosialisasi ditekankan pada pengenalan produk Kamus Bergambar Sasambo, Kamus Aksara Braille, dan Kadaring SIBI. Contoh produk juga diperlihatkan kepada kepala sekolah, pengawas, guru, dan siswa yang hadir.