Kantor Bahasa Provinsi NTB Perkenalkan Kamus Terpadu Bahasa Daerah ke Dua Sekolah Kabupaten Sumbawa Barat
Kabupaten Sumbawa Barat, 9 Agustus 2024--Sosialisasi Kamus Terpadu Bahasa Daerah (Sasak, Samawa, dan Mbojo)-Indonesia-Bahasa Isyarat-Aksara Braille Ramah Anak dan Difabel dilanjutkan di Kabupaten Sumbawa Barat. Sasaran hari ini ada dua sekolah, yaitu MIN 2 Sumbawa Barat dan SDN 2 Taliwang. Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat dan tim mengawali kunjungan di MIN 2 Sumbawa Barat. Pada kesempatan ini, Kasman mewakili Tim Kamus Terpadu menyosialisasikan Kamus Bergambar Sasambo, Kamus Aksara Braille, dan Kamus dalam Jaringan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (Kadaring SIBI).
"Kami memiliki produk inovasi Kamus Terpadu Bahasa Daerah yang mendukung program Revitalisasi Bahasa Daerah berupa Kamus Bergambar Sasambo-Indonesia, Kamus Aksara Braille, dan Kamus dalam Jaringan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (Kadaring SIBI). Produk ini merupakan jawaban atas tantangan penguatan Revitalisasi Bahasa Daerah Sasak, Samawa, dan Mbojo. Kami berharap bahwa kamus ini dapat diterima dan dimanfaatkan oleh guru dan siswa dalam proses pembelajaran," jelasnya.
Ia mengajak siswa berinteraksi untuk memantik keaktifan siswa dalam menjawab serta mengoreksi penggunaan bahasa Samawa dengan tepat. Di Sumbawa terdapat empat dialek dan saat ini standar yang digunakan adalah dialek Sumbawa Besar. Jadi, produk Kamus Bergambar Sasambo ini membantu proses pembelajaran siswa dan guru. Produk Kamus Aksara Samawa menyasar teman-teman tunanetra untuk membantu pembelajaran bahasa daerah.
Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat hadir untuk mengupayakan bahan pembelajaran yang merata dan setara bagi siswa, guru, dan sekolah. Selain itu, Kadaring SIBI yang menyasar teman-teman dengar dan teman tuli ini dapat diakses melalui laman kadaringsibi.kemdikbud.go.id. Produk Kamus Terpadu Bahasa Daerah merangkum keseluruhan produk inovasi kamus untuk memudahkan pengguna dalam mengakses informasi. Dalam penyusunan produk ini, tim melibatkan berbagai pakar dan lembaga terkait untuk memastikan publikasi data yang akuntabel.
Sosialisasi dilanjutkan di SDN 2 Taliwang. Kasman kembali menjelaskan berbagai produk inovasi Kamus Terpadu Bahasa Daerah. Ia mempraktikkan pelafalan kosakata dalam Kamus Bergambar Sasambo-Indonesia. Praktik dilakukan bersama siswa agar siswa dapat aktif mengikuti sosialisasi.
"Saat ini kami masih mengurus ISBN produk Kamus Terpadu. Setelah hal ini selesai, kami akan mencetak dan mendistribusikan ke berbagai sekolah. Seperti penjelasan Ibu Kepala Kantor sebelumnya, produk kamus terpadu ini akan didistribusikan ke sekolah-sekolah yang dikunjungi dalam pemantauan dan evaluasi pengimbasan Revitalisasi Bahasa Daerah," terangnya.
Kegiatan sosialisasi ini akan dilanjutkan di Kabupaten Sumbawa Barat besok Sabtu, 10 Agustus 2024. Sekolah yang akan dikunjungi, yaitu SMPN 1 Taliwang dan SMPN 3 Taliwang.