Pemantauan dan Evaluasi Pengimbasan Revitalisasi Bahasa Daerah di Kabupaten Sumbawa Barat

Kabupaten Sumbawa Barat, 10 Agustus 2024--Kegiatan Pemantauan dan Evaluasi Pengimbasan Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) di Kabupaten Sumbawa Barat memasuki hari kedua. Sasaran sekolah yang dikunjungi hari ini, yaitu SMPN 1 Taliwang dan SMPN 3 Taliwang. Tim mengawali kunjungan ke SMPN 1 Taliwang yang diterima oleh guru master, Roy Wijaya dan Yayuk Mindartin.

Kasman mewakili Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat menjelaskan bahwa program Revitalisasi Bahasa Daerah merupakan salah satu program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbudristek. Program ini telah berjalan sejak tahun 2022. Saat ini tim melakukan pemantauan dan evaluasi pengimbasan sebagai salah satu tahapan pelaksanaan Revitalisasi Bahasa Daerah.

"Kegiatan pemantauan dan evaluasi Revitalisasi Bahasa Daerah ini melibatkan partisipasi guru master, guru terimbas, kepala sekolah, pengawas, dan siswa terimbas. Hal yang kami lakukan adalah memastikan bahwa pengimbasan dapat diukur dan terlihat hasilnya," ujar Kasman mengawali pembukaan kegiatan.

Berdasarkan penjelasan Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Puji Retno Hardiningtyas pada kesempatan sebelumnya, ia menekankan pentingnya olahan data hasil pemantauan dan evaluasi pengimbasan. Data berupa jumlah guru, jumlah siswa, dan jumlah sekolah yang terimbaskan oleh setiap guru master. Jadi, hasil pengimbasan berupa data, baik data kuantitatif maupun data kualitatif yang dapat dipertanggung jawabkan bersama.

Pengisian instrumen pengimbasan Revitalisasi Bahasa Daerah dibagikan kepada 18 perwakilan siswa. Terdapat 15 pertanyaan yang telah mewakili indikator tingkat keberhasilan program. Yayuk Mindartin yang merupakan guru master tahun 2022 membantu pelaksanaan kegiatan. Ia mengungkapkan bahwa proses pengimbasan memang belum maksimal dan perlu dilakukan pendampingan lebih lanjut. Bahasa Samawa di SMPN 1 Taliwang saat ini telah masuk ke mata pelajaran muatan lokal kelas VII dan VIII.

Berikutnya, tim melanjutkan kunjungan ke SMPN 3 Taliwang. Kasman kembali menekankan tujuan kegiatan ini sebagai tahapan yang harus dilakukan oleh Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sebanyak 20 siswa dan perwakilan guru telah siap mengikuti kegiatan. Pada kesempatan ini, Kepala SMPN 3 Taliwang, Mujiburrahman mengaku bangga atas kedatangan tim ke SMPN 3 Taliwang dan mengapresiasi program Revitalisasi Bahasa Daerah yang dilaksanakan oleh Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat.

"Semoga kegiatan ini terus digalakkan karena yang kita bangun adalah bahasa daerah kita. Apalagi, kita mengetahui bahasa daerah di Indonesia semakin langka dan punah. Anak-anak semakin malu menggunakan bahasa daerahnya. Adapun ada anak-anak yang menggunakan bahasa daerah, tetapi penempatan penggunaan bahasa daerah masih keliru, kapan digunakan untuk berkomunikasi dengan orang tua, kapan digunakan untuk berkomunikasi dengan teman sebaya. Hal ini yang kami tekankan kepada anak-anak untuk mengedepankan adab dan etika. Semoga dengan adanya program ini dapat membekali anak-anak dengan pengetahuan bahasa daerah. Lewat program ini kita jadi mengetahui materi bahasa daerah dan pelaksanaan Festival Tunas Bahasa Inu. Bentuk konkrit yang kami laksanakan dalam bahasa daerah, yaitu pemakaian aksara Satera Jontal di berbagai papan nama yang ada di sekolah," paparnya menjelaskan berbagai sebagai bentuk komitmen SMPN 3 Taliwang dalam program Revitalisasi Bahasa Daerah.

Tiga guru master yang hadir dan lima guru terimbas juga aktif menyampaikan informasi mengenai giat pengimbasan. Instrumen diisi oleh dua puluh siswa sebagai bahan analisis keberhasilan program Revitalisasi Bahasa Daerah. Materi praktik pembelajaran dibawakan oleh guru master, Sakila Halwi yang membawakan materi pembelajaran aksara Satera Jontal.