Kantor Bahasa Provinsi NTB Perkenalkan Kamus Terpadu Bahasa Daerah ke Dua Sekolah Kabupaten Sumbawa Barat
Kabupaten Sumbawa Barat, 10 Agustus 2024--Sosialisasi Kamus Terpadu Bahasa Daerah (Sasak, Samawa, dan Mbojo)-Indonesia-Bahasa Isyarat-Aksara Braille Ramah Anak dan Difabel kembali dilanjutkan di Kabupaten Sumbawa Barat. Terdapat dua sekolah sasaran, yaitu SMPN 1 Taliwang dan SMPN 3 Taliwang. Kunjungan pertama dilakukan di SMPN 1 Taliwang. Tim melakukan sosialisasi kamus ke perwakilan siswa dan guru.
"Untuk mendukung program Revitalisasi Bahasa Daerah, Kantor Bahasa telah memiliki produk inovasi Kamus Terpadu Bahasa Daerah berupa Kamus Sasambo Bergambar, Kamus Aksara Braille, dan Kamus dalam Jaringan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia yang tidak hanya menyasar teman-teman asibilitas, tetapi juga teman disabilitas. Tujuannya adalah pelestarian bahasa daerah dapat terus meluas, merata, dan setara," terang Kasman mewakili Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam kegiatan sosialisasi ini.
Lebih lanjut ia menjelaskan dampak positif hadirnya produk kamus ini. Hal ini berkaitan dengan adanya sekolah inklusi yang memang harus dilakukan oleh sekolah ketika penunjukan dari pihak dinas pendidikan setempat. Sebagai sekolah inklusi, tentunya pihak sekolah membutuhkan bahan ajar utama dan bahan ajar pendamping untuk diajarkan kepada siswa. Untuk itu, hadirnya kamus terpadu ini tidak hanya untuk pelestarian bahasa daerah, tetapi juga mendorong peningkatan bahan ajar pendamping untuk sekolah inklusi dan sekolah luar biasa. Kasman turut mempraktikkan beberapa kosakata dalam bahasa Samawa. Ia mengajak siswa berinteraksi untuk lebih mengenal kosakata bahasa Samawa dan mampu mengoreksi sekiranya ada penulisan kosakata yang keliru dalam kamus.
Selanjutnya, sosialisasi dilaksanakan di SMPN 3 Taliwang. Tim kembali mengenalkan berbagai produk kamus. Terdapat 173 kosakata yang telah dientri dalam kamus dan telah melalui proses verifikasi bersama para pakar sesuai dengan bidangnya. 173 kosakata dalam bahasa Sasak, Samawa, dan Mbojo terdiri atas kata dasar berupa kata ganti, kata tanya, kata kerja, kata benda, kata sifat, dan kata keterangan.
Kepala SMPN 3 Taliwang, Mujiburrahman mengapresiasi hadirnya inovasi ini. Apalagi saat ini sekolah umum semakin banyak dipersiapkan sebagai sekolah inklusi. Dengan adanya berbagai produk inovasi ini dapat membantu bahan pembelajaran guru kepada siswa sekolah inklusi. Kasman mempraktikan kata-kata dasar percakapan dalam bahasa isyarat. Ia juga mengajak siswa untuk mengecek beberapa kosakata dalam bahasa Samawa. Dengan adanya sosialisasi ke berbagai sekolah yang ada di Pulau Sumbawa, Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat berharap bahwa produk inovasi ini dapat bermanfaat, khususnya bagi dunia pendidikan.