Program SMK PK, Kantor Bahasa Provinsi NTB Sosialisasi UKBI di SMKN 7 Mataram

Mataram, 13 Agustus 2024--Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat kembali memberi materi dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh SMKN 7 Mataram. Setelah sebelumnya peserta yang sama diberi materi terkait penguatan literasi, kali ini sosialisasi UKBI dilakukan demi persiapan pengujian UKBI untuk siswa dan guru. UKBI menjadi salah satu metode peningkatan literasi siswa yang terkonsep dalam program SMK Pusat Keunggulan (PK).

Sosialisasi UKBI di SMKN 7 Mataram dijadwalkan dilakukan selama dua hari, yakni 13--14 Agustus 2024. Di hari pertama, sosialisasi menyasar 50 guru. Sebelum sosialisasi dimulai, Kepala SMKN 7 Mataram membuka kegiatan dengan memberi sambutan. Ia memberi motivasi kepada seluruh guru agar betul-betul menyimak materi sosialisasi hari ini. “UKBI ini tidak gratis Bapak dan Ibu, jadi kita harus memanfaatkan kesempatan yang ada dengan sebaik-baiknya. Mari, kita ikuti sosialisasi ini bersama-sama sehingga nantinya hasil UKBI Bapak dan Ibu bisa memuaskan dan kita mampu berbahasa Indonesia yang baik dan benar," ungkapnya.

Selepas pembukaan, Desi Rachmawati sebagai narasumber memperkenalkan apa itu UKBI beserta teknis pengerjaannya. Ia menjelaskan jenjang uji, tipe soal, dan hal-hal kecil yang paling sering lalai diperhatikan oleh calon peuji UKBI. Tidak hanya itu, Desi juga memberi materi singkat terkait kaidah bahasa Indonesia. Tidak lupa, ia menyampaikan harapannya agar UKBI betul-betul mampu memberi dampak peningkatan kemahiran berbahasa dan literasi siswa. Untuk itu, Desi merasa SMKN 7 Mataram perlu melakukan kerja sama lebih lanjut dengan Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. “UKBI di tahun ini memiliki urgensi yang tinggi, terutama dalam program SMK PK. Semoga pelaksanaan program ini bisa terus berlanjut dan SMKN 7 Mataram bisa terus menjalin kerja sama dengan kami, Kantor Bahasa Provinsi NTB,” jelas Desi.

Desi juga membuka sesi simulasi UKBI bagi seluruh peserta agar peserta mengetahui bentuk soal secara riil. Melalui hasil simulasi ini, terlihat pula kemahiran awal peserta sebelum diberi pajanan materi dan melakukan tes yang dijadwalkan di bulan September mendatang.