Langkah Awal Kemitraan Berkelanjutan: Kantor Bahasa Provinsi NTB Laksanakan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Bahasa Inggris untuk Praja IPDN NTB
Lombok Tengah, 16 Agustus 2024--Jalinan kemitraan yang dilaksanakan Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama dengan IPDN Kampus Nusa Tenggara Barat kembali berlanjut. Pada tahun 2024 ini, Pelatihan Peningkatan Kompetensi Bahasa Inggris dilakukan pada bulan Agustus--November 2024 dengan melibatkan 108 praja. Seluruh praja yang mengikuti kegiatan pelatihan merupakan praja semester III tahun akademik 2024/2025.
Sebelumnya, pada kesempatan terpisah, Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTB, Puji Retno Hardiningtyas mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dan tindak lanjut Perjanjian Kerja Sama antara IPDN dan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Sebagai salah satu inisiator kerja sama, Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat telah berperan aktif memberikan pendampingan kebahasaan, baik bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris sejak tahun 2022. Hal ini menunjukkan bahwa kemitraan yang dibangun oleh Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan IPDN Kampus Nusa Tenggara Barat telah sesuai dengan prinsip kerja sama, yaitu berkemitraan, fokus, dan berkelanjutan.
"Tentunya, kami siap memberikan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Bahasa Inggris bagi Praja IPDN Kampus Nusa Tenggara Barat. Selain itu, untuk program Peningkatan Kemahiran Berbahasa Indonesia juga perlu dilaksanakan kembali. Kami selalu siap memberikan pembinaan kebahasaan," ungkap Puji Retno saat menerima kunjungan Kepala Laboratorium Teknologi Informasi dan Bahasa IPDN Kampus Nusa Tenggara Barat, Titis Mahanani di Ruang Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat (13/8).
Pada pengajaran perdana, 16 Agustus 2024 ini, Tim Pelatihan dari Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat diwakili oleh Zamzam Hariro dan Safoan Abdul Hamid yang merupakan Penerjemah Ahli Madya hadir mengisi materi perkenalan. Pertemuan pertama diawali dengan perkenalan diri, pelatihan, metode pelatihan, pengisian tes awal untuk mengukur gambaran kompetensi bahasa Inggris praja, dan diskusi tanya jawab mengenai berbagai materi pengajaran bahasa Inggris yang akan dilaksanakan selama tiga bulan ke depan. Delapan praja dengan nilai tes awal tertinggi berkesempatan memperkenalkan diri untuk mengetahui tingkat kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris.
"Materi perkenalan di awal pertemuan ini untuk membentuk budaya pengajaran yang lebih dekat dengan para praja. Pemberian tes awal juga untuk mengukur gambaran awal kemampuan bahasa Inggris para praja sehingga ketika tes awal TOEFL berlangsung nanti, kita akan mengetahui jenis kompetensi dan jenis pengajaran yang sesuai. Pembagian kelas sesuai kompetensi juga akan memudahkan praja belajar bahasa Inggris lebih baik," jelas Zamzam Hariro selaku pengajar. Kelas pengajaran akan dilanjutkan pada Jumat, 23 Agustus 2023 mendatang dengan materi tes awal TOEFL.