Kantor Bahasa Provinsi NTB Gelar Uji Coba Instrumen Soal UKBI

Mataram, 21 Agustus 2024--Kegiatan Uji Coba Instrumen UKBI Tahun 2024 dilaksanakan di Laboratorium Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini dilaksanakan setelah ditambahkannya baterai soal dalam bank soal UKBI. Untuk memastikan seluruh soal telah layak diujikan, dilakukan uji coba di seluruh balai dan kantor di Indonesia atas komando Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra. Pelaksanaan kegiatan Uji Coba Instrumen di Nusa Tenggara Barat dilakukan pada 21--22 Agustus 2024.

Di hari pertama, sebanyak 20 peserta hadir. Peserta terdiri atas pelajar SMP, SMA, peneliti, hingga wartawan. Adapun instansi terundang merujuk pada SMPN 15 Mataram, MAN 1 Mataram, BRIN, RRI, TVRI, BSI, Universitas Mataram, Universitas Bumigora, Universitas Teknologi Sumbawa, Balai Guru Penggerak Provinsi NTB, dan Stasiun Geofisika Mataram. Sebelum uji coba dilakukan, kegiatan dibuka dengan sambutan Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. 

Puji Retno Hardiningtyas selaku Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat menyampaikan rasa terima kasih atas berkenannya seluruh instansi terundang mewakili masyarakat dari berbagai profesi untuk uji coba instrumen UKBI. Bagi Puji Retno, keikutsertaan peserta merupakan kontribusi luar biasa dalam pemajuan kemahiran berbahasa. "Kita patut bangga dengan bahasa kita dan perlu melakukan pengimbasan. Salah satu caranya dengan UKBI ini. Hasilnya nanti tidak akan jadi penilaian individu, tetapi hanya sebagai pertimbangan keabsahan soal," tuturnya. Ia turut berharap agar pengalaman hari ini dapat dijadikan bahan pengimbasan bahasa dan sastra kepada pihak-pihak di instansi masing-masing.

Seluruh peserta akan mengerjakan dua paket soal UKBI. Kedua paket soal tersebut terdiri atas empat seksi, yakni seksi mendengarkan, merespons kaidah, membaca, dan menulis. Peserta akan diberi ruang untuk menyampaikan saran berdasarkan ujian yang mereka hadapi hari ini, terutama terkait tingkat keterbacaan dan tipe soal. Kegiatan ini masih akan dilanjutkan di hari kedua dengan 20 peserta dari instansi yang berbeda.