Susun Ensiklopedia Sastra, Kantor Bahasa Provinsi NTB Lakukan Pengambilan dan Verifikasi Data

Mataram, 21 Agustus--Ensiklopedia adalah salah satu bahan pustaka referensi dan informasi berbagai hal setiap cabang ilmu pengetahuan atau tentang bidang tertentu. Sehubungan dengan hal tersebut, Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat melaksanakan kegiatan Kodifikasi Bahasa Penyusunan Ensiklopedia Sastra Indonesia dan Sastra Daerah di Nusa Tenggara Barat setiap tahunnya. Penyusunan ini bertujuan untuk mendokumentasikan dan memutakhirkan informasi tentang tokoh sastra, karya sastra, dan peristiwa sastra yang ada di Nusa Tenggara Barat. Pada tahun 2024 ini, pengambilan data dilaksanakan pada tanggal 21 Agustus 2024 dan difokuskan pada sastra modern yang berkembang di Nusa Tenggara Barat.

Tim Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) Perkamusan dan Peristilahan Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat ditugaskan menggali informasi dari sastrawan, penulis, atau pegiat sastra yang aktif di dunia kesastraan Nusa Tenggara Barat. Pada tahun ini, tim Perkamusan dan Peristilahan mengunjungi tiga penulis di Kota Mataram, yaitu Julia F. Gerhani Arungan, Atanasius Rony Fernandez, dan Iin Farliani. Ketiganya merupakan penulis yang aktif di Komunitas Akarpohon.

Julia Arungan, merupakan penulis yang aktif dalam membuat karya sastra berupa cerpen, puisi, bahkan naskah lakon. Naskah lakonnya yang berjudul Kutu-Kutu Joni mendapatkan kategori Naskah Menarik Perhatian Juri pada Sayembara Manuskrip Puisi Dewan Kesenian Jakarta pada tahun 2023. Selain itu, Julia juga merupakan salah satu Emerging Writers pada Makassar International Writers Festival (MIWF) 2024.

Rony Fernandez, merupakan wartawan atau jurnalis yang aktif sebagai pegiat sastra di NTB sejak tahun 2014, khususnya di Mataram. Ia pernah menerbitkan kumpulan puisi yang diberi judul Homili pada tahun 2021.

Iin Farliani, merupakan penulis muda yang karyanya telah melanglang buana di berbagai ruang sastra di banyak media massa, seperti Suara NTB, Lombok Pos, Tempo, Detik, Kompas, Jawa Pos, dan media massa lainnya. Selain itu, ia juga salah satu emerging writer Makassar International Writers Festival (MIWF) dan Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) tahun 2022.

Dari ketiga narasumber tersebut, tim menggali info tentang rekam jejak dan ketertarikan narasumber pada bidang sastra, karya yang paling berkesan bagi narasumber, hingga penghargaan yang pernah diraih. Selain menggali info dari penulis, tim perkamusan juga mengunjungi Perpustakaan Daerah (Pusda) Provinsi NTB untuk menghimpun rangkuman karya sastra dari NTB, terutama karya penulis Sumbawa dan Bima.

Pada kesempatan terpisah, Puji Retno Hardiningtyas, Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat juga menyampaikan pentingnya pendokumentasian melalui ensiklopedia, "Referensi pustaka seperti ensiklopedia, terlebih dalam bidang sastra adalah hal yang penting untuk disusun. Kebanyakan sastrawan atau penulis kurang memperhatikan dokumentasi atau pengarsipan tentang karya atau rekam jejaknya sendiri. Oleh karena itu, penyusunan ini dilakukan agar dapat membantu berbagai pihak. Bagi sastrawan, hal ini juga dapat dijadikan bukti dukung untuk memperoleh bantuan pemerintah dalam bidang sastra. Bagi masyarakat umum, hal ini dapat menjadi salah satu referensi jika ingin mengetahui rekam jejak dari sastrawan tertentu, khususnya yang ada di NTB," ujarnya.