Penjurian Lomba Video Surat untuk Ayah Berbahasa Daerah (Sasak, Samawa, dan Mbojo) Tingkat SMP Se-NTB
Mataram, 27 Agustus 2024--Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat melaksanakan kegiatan Penjurian Lomba Video Surat untuk Ayah Berbahasa Daerah (Sasak, Samawa, dan Mbojo) Tingkat SMP Se-NTB dalam Rangka Memperingati HUT RI dan HUT TVRI (Kerja Sama Antara Kantor Bahasa Provinsi NTB dan TVRI NTB). Kegiatan ini merupakan program kemitraan bersama dengan TVRI NTB. Sejauh ini Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat telah aktif bekerja sama dengan TVRI NTB dalam berbagai program kebahasaan dan kesastraan.
Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Puji Retno Hardiningtyas, mengungkapkan bahwa kemitraan dengan lembaga atau instansi, termasuk dengan TVRI NTB menjadi salah satu upaya untuk memberikan nilai tambah kebermanfaatan program. Bersama dengan TVRI NTB, Puji Retno berharap lomba ini dapat mendorong peningkatan partisipasi dan pelestarian bahasa daerah Sasak, Samawa, dan Mbojo. Hal ini menjadi legitimasi dalam bentuk media penyiaran kebahasaan dan kesastraan.
"Tentunya kami menyambut baik program kerja sama ini. Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat berharap dengan adanya lomba berbahasa daerah Sasak, Samawa, dan Mbojo ini dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam upaya pelestarian bahasa daerah. Hal ini juga mendukung program Revitalisasi Bahasa Daerah yang telah kami laksanakan sejak tahun 2022," ungkapnya saat memberikan sambutan di Ruang Bayan Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Terdapat tiga juri lomba yang mewakili ketiga bahasa daerah. Juri lomba, yaitu Nurcholis Muslim (Kantor Bahasa Provinsi NTB) untuk bahasa Sasak, Kasman (Kantor Bahasa Provinsi NTB) untuk bahasa Samawa, dan Abdul Kadir (Dinas Pendidikan Kota Mataram) untuk bahasa Mbojo. Adapun total peserta yang mengikuti lomba, yaitu 20 peserta terdiri atas 13 peserta bahasa Sasak, 3 peserta bahasa Samawa, dan 4 peserta bahasa Mbojo. Sistem penilaian memuat lima kriteria, yakni kriteria kualitas, organisasi isi, diksi/pilihan kata, ejaan, dan kualitas.
Kasman selaku juri menuturkan bahwa partisipasi siswa perlu ditingkatkan lagi. Salah satu upayanya adalah dengan ikut menyosialisasikan lomba ini ke berbagai sekolah dan saat kegiatan Pelatihan Guru Master berlangsung. Hal ini sejalan dengan program pelindungan bahasa dan sastra yang mengedepankan pelestarian bahasa daerah. Usulan tersebut bisa dilaksanakan pada tahun mendatang jika program lomba ini berlanjut. "Saya sangat tertarik dan mengapresiasi kegiatan lomba ini karena mengakomodasi upaya pelestarian bahasa daerah. Lomba ini telah sesuai dengan program Revitalisasi Bahasa Daerah yang kami jalankan. Untuk mekanisme lomba, sebaiknya tidak hanya berbentuk video saja, tetapi peserta juga mengirimkan dokumentasi surat yang telah dibuat karena kami sebagai juri harus memperhatikan komponen penilaian ejaan dan diksi. Dengan adanya dokumentasi surat lomba oleh peserta, dapat membantu proses penilaian yang kami lakukan," imbuhnya memberikan masukan terkait pelaksanaan lomba di tahun berikutnya.
Adanya beberapa catatan dari juri menjadi bahan perbaikan kualitas lomba. Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama TVRI NTB juga berkomitmen untuk melaksanakan lomba ini sesuai mekanisme lomba yang berkualitas dan transparan. Bahan catatan dan saran juga disampaikan oleh Abdul Kadir selaku juri bahasa Mbojo. Ia menerangkan bahwa dari keempat peserta yang mengirimkan video, rata-rata masih terbentur pada kreativitas dan kualitas video. Akan tetapi, dari penggunaan bahasa telah menampilkan bahasa Mbojo yang cukup utuh sehingga dapat dipahami sesuai dengan jenjang usia peserta.
Hal senada juga dituturkan oleh Nurcholis Muslim selaku juri bahasa Sasak. Dari ketiga bahasa, peserta bahasa Sasak merupakan peserta terbanyak sehingga membutuhkan waktu penilaian yang lebih lama. Sebagai juri, ia menyoroti ejaan dan diksi yang digunakan oleh para peserta. Sebagian besar telah menggunakan bahasa Sasak yang mudah dimengerti dan cukup beragam. Hal ini menunjukkan bahwa keragaman dialek dalam bahasa Sasak ditampilkan dengan baik. "Dari sekian video, ada dua peserta yang menampilkan harapan untuk Ayah. Ungkapan harapan tersebut dari segi penilaian tentu menjadi nilai tambah karena kreativitas nilai atau rasa cinta seorang anak untuk ayahnya," imbuhnya menambahkan penjelasan penilaian.
Berikutnya, penilaian lomba menghasilkan tiga pemenang bahasa Sasak, satu pemenang bahasa Samawa, dan satu pemenang bahasa Mbojo. Pengumuman pemenang dilaksanakan pada Rabu, 28 Agustus 2024 melalui media sosial Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat dan TVRI NTB. Untuk penyerahan hadiah akan dilaksanakan pada Kamis, 29 Agustus 2024 bersama dengan penyerahan hadiah berbagai lomba yang dilaksanakan TVRI NTB.