Aliurridha, Novelis Asal NTB Terpilih Sebagai Peserta Program Penulisan Mastera

Jakarta, 4 September 2024--Salah seorang sastrawan muda Nusa Tenggara Barat, Aliurridha, menjadi peserta Program Penulisan Majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera). Program Penulisan Mastera merupakan wahana yang diadakan oleh Mastera untuk memberi kesempatan bagi pengarang-pengarang kreatif di Asia Tenggara dapat saling mengoreksi kekurangan mereka. Dalam kegiatan ini, peserta juga dapat bertukar pengalaman tentang berbagai hal yang berkaitan dengan penulisan kreatif. Tahun ini, kepengurusan Mastera dipercayakan kepada Mastera Indonesia dengan dikoordinasi oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Program Penulisan Mastera diadakan satu tahun sekali. Setiap tahun, program ini mengusung genre yang berbeda-beda. Sesuai hasil Sidang ke-27 Mastera yang diadakan pada bulan September 2023 lalu, tahun 2024, Program Penulisan Mastera fokus pada genre novel. Untuk itulah novelis baru Nusa Tenggara Barat, Aliurridha atau akrab disapa Ali, hadir di Hotel Mercure Convention Centre, Ancol, Jakarta. Selama lima hari, yakni sejak 2--6 September 2024, Ali bersama dengan 55 peserta lain dari lima negara di Asia Tenggara berdiskusi dan mendapat materi serta bimbingan dari novelis senior di Asia Tenggara.

Baru-baru ini, Ali menerbitkan novel pertamanya. Novel yang ia kembangkan dari cerita pendeknya yang berjudul sama, yakni Teori Pernikahan Bahagia, membuat Ali termotivasi untuk menghasilkan lebih banyak prosa panjang. Novel itu juga menjadi salah satu karya yang membuat peraih penghargaan Emerging Writer dalam MIWF ini berkesempatan menjadi peserta Program Penulisan Mastera. Ia pun berkumpul bersama 13 novelis hebat di Asia Tenggara lainnya untuk berdiskusi. Ali menggarap satu draf novel lain, berjudul "Tuselak", yang kemudian dipresentasikan dan dimatangkan dalam Program Penulisan Mastera.

Dalam program ini, Ali berkesempatan mendengarkan ceramah Perkembangan Novel di Negara Asia Tenggara yang disampaikan oleh sastrawan pencipta Ronggeng Dukuh Paruk, Ahmad Tohari. Usai mendapat pendalaman materi selama setengah hari, Ali dan peserta lainnya menggelar diskusi untuk melakukan kritik terhadap karya yang sebelumnya telah ditulis dan dikirimkan kepada panitia Mastera sebagai persyaratan peserta. Diskusi ini dipandu oleh tiga orang pembimbing yang merupakan sastrawan kawakan di Indonesia. Ketiga pembimbing tersebut adalah Ida Ayu Oka Rusmini, Fanny J. Poyk, dan Andrei Aksana. Nantinya, hasil program penulisan akan diterbitkan oleh Mastera sebagai hasil Program Penulisan Mastera.