Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat Melaksanakan Kegiatan Uji Keterbacaan Buku Cerita Anak Hasil Terjemahan di Mataram Tahun 2024
Mataram, 11 September 2024—Buku terjemahan yang bermutu dan relevan dengan perkembangan zaman menjadi salah satu media yang dianggap mampu meningkatkan literasi di kalangan masyarakat, khususnya anak-anak. Untuk itu, Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat menghadirkan buku cerita anak berbahasa daerah Sasak, Samawa, dan Mbojo beserta terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Proses penerjemahan buku anak memerlukan ketelitian dan kepekaan terhadap konteks budaya, bahasa, dan penggambaran agar pesan yang ingin disampaikan oleh penulis dalam bahasa sumber dapat diterima dengan baik oleh anak-anak. Dalam rangka mengukur dan menilai kelayakan produk, Kantor Bahasa Provinsi NTB melaksanakan kegiatan Uji Keterbacaan Buku Cerita Anak Hasil Terjemahan di Mataram Tahun 2024.
Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Lombok Garden, Mataram. Sebagai target uji keterbacaan, hadir oleh perwakilan guru dan siswa dari lima sekolah, yaitu TK IT Anak Soleh Mataram, TK Kristen Tunas Daud Mataram, SDN 31 Mataram, SDN 19 Cakranegara, dan SDN 1 Cakranegara. Guru diminta untuk membaca setiap buku cerita anak agar dapat memberi masukan dan kesan atas buku cerita anak yang dibaca. Sementara itu, siswa jenjang kelas rendah dibacakan buku dan diberi pertanyaan terkait buku sesuai dengan instrumen uji keterbacaan.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Puji Retno Hardiningtyas. Dalam kesempatan membuka kegiatan, Puji Retno sekaligus menyampaikan sambutannya. “Sebagai bangsa yang kaya akan budaya dan keragaman, kita harus senantiasa terbuka terhadap berbagai macam literatur dari seluruh penjuru Indonesia. Buku-buku anak terjemahan tidak hanya memperkaya wawasan anak-anak kita, tetapi juga menumbuhkan rasa toleransi dan pemahaman terhadap perbedaan. Dengan membaca karya-karya dari berbagai daerah, anak-anak kita belajar untuk menghargai keragaman, sekaligus menumbuhkan kreativitas dan imajinasi mereka,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, hadir narasumber dari Komunitas Teman Baca Mataram, yaitu Kandi Sekarwulan.Pada kesempatan tersebut, Kandi membacakan buku cerita hasil terjemahan kepada para siswa. Pembacaan buku cerita hasil terjemahan dimulai dengan jenjang A yang ditujukan kepada para siswa TK. Pembacaan buku cerita hasil terjemahan dilanjutkan dengan jenjang B1 untuk kelas 2 dan 3 SD, dan jenjang B2 untuk kelas 4 dan 5 SD. Untuk jenjang B3 dan C, para siswa kelas 6 diminta untuk membaca secara mandiri. Pada setiap sesi pembacaan buku cerita, siswa diminta mengisi kuesioner tentang tampilan dan isi buku cerita. Diharapkan melalui kegiatan tersebut dapat diketahui kelayakan dan keterbacaan buku cerita tersebut sehingga mutu bacaan terjamin. Uji keterbacaan juga akan dilakukan di Kabupaten Sumbawa dan Dompu.