Tingkatkan Kemampuan Bahasa Indonesia dalam Penulisan KTI, Kantor Bahasa Provinsi NTB Berikan Pelatihan bagi Praja IPDN Kampus NTB

Lombok Tengah, 12 September 2024--Kemitraan yang terjalin antara Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan IPDN Kampus Nusa Tenggara Barat terus disinergikan oleh kedua pihak. Sebagai salah satu wujud Perjanjian Kerja Sama antara Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dan IPDN, Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat menjadi fasilitator dalam Pelatihan Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Karya Tulis Ilmiah yang diselenggarakan oleh IPDN Kampus Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini telah dituangkan dalam rencana kerja tahun 2024. Hal yang mendorong terwujudnya kegiatan ini adalah kebutuhan penggunaan bahasa Indonesia yang sesuai kaidah dalam penulisan karya tulis oleh para praja IPDN Kampus Nusa Tenggara Barat. Pada saat semester akhir, para praja diharuskan membuat karya tulis ilmiah sebagai hasil produk pembelajaran.

Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Puji Retno Hardiningtyas menjadi pelatih pada kegiatan ini. Ia memaparkan materi Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Karya Tulis Ilmiah (KTI). Tidak sendiri, Puji Retno bersama dengan pelatih lainnya, Rizki Gayatri, Widyabasa Ahli Pertama, memberi penguatan teori sekaligus praktik penulisan kepada 108 praja. Pelatihan dibagi ke dalam dua kelas dengan masing-masing 58 praja yang hadir mengikuti kelas aktif.

"Saya melihat di IPDN banyak sekali produksi jurnal. Nanti, kita akan melihat bersama bagaimana jenis jurnal IPDN dari berbagai daerah. Semua artikel yang dipublikasikan di laman jurnal IPDN merupakan karya tulis praja dan dosen IPDN. Setelah saya melihat dan mencermati beberapa contoh karya tulis, masih terdapat tulisan-tulisan yang belum menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar," ujar Puji Retno mengawali pelatihan di Aula IPDN Kampus Nusa Tenggara Barat.

Menurut Puji Retno, kaidah penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar harus juga menyesuaikan situasi dan kondisi. Berbeda halnya ketika penggunaan bahasa formal atau bahasa resmi. Bahasa yang baik adalah bahasa yang harus kita perhatikan dari segi bentuk lisan atau tertulis. Bahasa yang baik dan benar meliputi kaidah kebahasaan (pilihan kata atau diksi dan pilihan kalimat), baku, sesuai standar, dan memerhatikan situasi atau kondisi. Ia melanjutkan penjelasan materi mengenai definisi dan teori, jenis, dan praktik baik menulis KTI.

Karya tulis ilmiah terdiri atas beberapa ciri penting, yaitu cendekia, lugas, jelas, konsisten, ringkas dan padat, formal, objektif, dan bertolak dari gagasan. Setiap penulis biasanya memiliki gaya selingkung atau gaya penulisan yang berbeda-beda dalam memproduksi sebuah tulisan. Sebaiknya tulisan juga ditampilkan secara lugas agar dapat dipahami mudah oleh pembaca.

"Saya membaca beberapa artikel praja IPDN. Pembahasan yang diangkat, yaitu kondisi isu politik di Indonesia. Pembahasan dalam tulisan sebaiknya dibuat ringkas, mengambil tema isu nasional dengan gagasan utama dan gagasan pendukung yang jelas dan fokus sehingga Adik-Adik dapat membuat karya tulis," jelasnya menerangkan reviu contoh karya praja di laman jurnal IPDN.

Puji Retno melanjutkan paparan dengan mengulik singkat praktik jurnal Mabasan Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Ia juga menelisik dan memaparkan berbagai permasalahan KTI yang sering terjadi, yaitu permasalahan paragraf, permasalahan kalimat, dan permasalahan umum lainnya. "Kesatuan dan kepaduan dalam kalimat menjadi kunci pembuka karya tulis yang menarik. Adik-Adik harus pintar meramu kalimat-kalimat menjadi sebuah paragraf yang koheren dan kohesi, dalam arti bahwa paragraf tersebut sesuai, serasi, dan merangkaikan makna kalimat yang satu dengan kalimat lainnya. Alangkah baiknya, kita mematuhi kaidah kebahasaan dalam penyusunan paragraf karya tulis ilmiah," imbuhnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Rizki Gayatri. Ia memaparkan bagaimana proses produksi karya tulis ilmiah, terutama di laman jurnal. Ia juga membagi tip dan trik agar karya tulis yang telah dibuat bisa lolos seleksi jurnal. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi tanya jawab yang memantik pendalaman pengetahuan para praja. Akhir dari pelatihan ini, yaitu tugas pembuatan karya tulis yang mengambil tema Peringatan A.A. Navis sebagai upaya implementasi hasil pelatihan.