Kantor Bahasa Provinsi NTB Hadiri Kegiatan Bincang Literasi: Peningkatan Budaya Literasi di Desa Masbagik Timur

Lombok Timur, 16 September 2024--TBM Assyuro Lombok Creative menyelenggarakan kegiatan Bincang Literasi: Peningkatan Budaya Literasi di Desa Masbagik Timur. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Bantuan Pemerintah untuk Komunitas Penggerak Literasi Tahun 2024. TBM Assyuro Lombok Creative merupakan salah satu dari sembilan komunitas literasi lainnya yang berkesempatan mendapatkan bantuan ini.

Puji Retno Hardiningtyas selaku Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat berkesempatan hadir dan memberikan sambutan pada kegiatan Bincang Literasi ini. Kehadiran Puji Retno didampingi oleh tim literasi untuk memantau pemanfaatan dana bantuan pemerintah. Suhamdi selaku ketua TBM Assyuro Lombok Creative menyambut dengan hangat kedatangan tim Kantor Bahasa.

Sekitar 50 peserta hadir dalam kegiatan ini. Peserta yang hadir merupakan anak-anak, remaja, pegiat literasi, dan ibu-ibu yang tinggal di sekitar Masbagik Timur. Kegiatan ini diadakan sebagai penanda diluncurkannya tujuh program literasi yang didanai oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Dalam laporannya, Suhamdi menjelaskan pelaksanaan ketujuh program, yaitu Pelatihan Pengelolaan Media Sosial, Pelatihan Tenaga Perpustakaan Sekolah, Pelatihan Membaca Nyaring, Pelatihan Menulis Berita dan Mading Sekolah, Pelatihan 6 Literasi Dasar, Bedah Buku Ree dan Perempuan, serta Pelatihan Sirkulasi Buku, SIM, dan NPP.

Di sela-sela sambutan, TBM Assyuro Lombok Creative menyerahkan ATK dan buku untuk tutor pengentasan buta aksara di Masbagik Timur. TBM Assyuro Lombok Timur sedang mendampingi pengentasan buta aksara bagi 59 orang. Untuk membantu program tersebut, sebanyak lima orang menjadi tutor pendamping. Tutor-tutor inilah yang mendapatkan ATK untuk membantu pendampingan.

Dalam sambutannya, Puji Retno Hardiningtyas menyoroti rendahnya Indeks Literasi dan Numerasi di NTB. Saat ini Indeks Literasi dan Numerasi di NTB berpredikat sedang. Masih banyak pekerjaan yang harus dikerjakan bersama, baik oleh pemerintah, komunitas, LSM, maupun masyarakat.

"Peningkatan literasi tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga harus digalakkan di komunitas dan keluarga. Orang tua memiliki peran penting untuk mengarahkan, mengajak, mengajarkan, dan memberi contoh kepada anak-anak tentang pentingnya literasi dan numerasi. Hal itu harus dimulai dari rumah. Oleh karena itu, saya mengapresiasi TBM Assyuro Lombok Creative yang senantiasa melibatkan orang tua dalam kegiatannya," ungkap Puji Retno dalam sambutannya.

Berkaitan dengan dana bantuan pemerintah, Puji Retno mengajak peserta untuk membuat buku cerita anak. "Tadi saya melihat banyak kerajinan gerabah di sepanjang jalan. Hal itu harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menarik wisatawan. Salah satu caranya dengan membuat buku cerita anak. Dengan demikian, kerajinan gerabah dapat dikenalkan melalui cara yang ringan dan menyenangkan," ungkapnya.