Refleksi dan Komitmen Pendidikan di Forum Sekolah Penggerak NTB: Peran Kantor Bahasa Provinsi NTB dalam Penguatan Literasi
Kota Mataram, 26 September 2024--Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat ikut ambil bagian pada acara Forum Pemangku Kepentingan Program Sekolah Penggerak Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kegiatan dilaksanakan di Ruang Media Balai Penjaminan Mutu Pendidikan dengan mengundang sekitar 60 peserta yang berasal dari perwakilan dinas, guru, dan kepala sekolah dari berbagai penjuru Nusa Tenggara Barat.
Kegiatan Forum Pemangku Kepentingan Program Sekolah Penggerak Provinsi Nusa Tenggara Barat memiliki beberapa tujuan bagi para pemangku kepentingan. Pertama, peserta diharapkan mampu merefleksikan capaian kemajuan pendidikan di daerahnya pada akhir tahun ajaran. Kedua, peserta diharapkan memiliki rencana dan komitmen tindak lanjut untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerahnya. Ketiga, peserta diharapkan saling berbagi peran, berinteraksi, dan berkolaborasi. Keempat, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi satuan pendidikan dan dinas pendidikan dalam menjalankan program transformasi di satuan pendidikan. Kelima, peserta diharapkan mampu merefleksikan kegiatan forum secara mandiri dan berkelanjutan.
Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Puji Retno Hardiningtyas, dalam kesempatan ini akan menyampaikan materi terkait dengan perkembangan dan penguatan literasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dalam paparannya, Puji Retno mengapresiasi program SMK Pusat Keunggulan. Dalam program tersebut, siswa dan tenaga pendidik “dipaksa” untuk terbiasa dengan kegiatan membaca dan menulis. Dengan terbiasa membaca dan menulis, diharapkan tingkat literasi baca-tulis dan numerasi dapat meningkat.
“Tingkat literasi Indonesia memang masih rendah sesuai dengan survei-survei yang dilakukan berbagai lembaga. Sebagai contoh, ketika lampu lalu lintas berwarna kuning, seharusnya pengendara memperlambat laju kendaraan. Namun, kenyatannya malah mempercepat laju kendaraan, bahkan ketika lampu berubah warna merah, malah makin dipecepat. Itu bukti bahwa pemahaman literasi masyarakat masih rendah,” jelas Puji Retno.
Tentu masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar peringkat Indonesia di survei PISA dan hasil Asesmen Nasional bisa meningkat pesat. Setiap kalangan harus saling bahu-membahu agar hal tersebut terwujud. Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat juga menjadi bagian penting untuk menyelesaikan persoalan tersebut.