Kantor Bahasa Provinsi NTB Hadiri Gebyar Gerakan Seniman Masuk Sekolah di Kab. Lombok Barat

Lombok Barat, 2 Oktober 2024--Pemerintah Kabupaten Lombok Barat berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbudristek menyelenggarakan kegiatan Gebyar Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS). Dalam hal ini, Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat hadir sebagai salah satu tamu undangan yang berkontribusi pada penguatan budaya dan bahasa daerah. Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Puji Retno Hardiningtyas, berkesempatan hadir dan ikut serta dalam rangkaian Gebyar GSMS. Tidak hanya itu, kegiatan ini dihadiri juga oleh Penjabat Bupati Lombok Barat, Direktur Pemanfaatan dan Pengembangan Kebudayaan, Kemendikbudristek, Kepala Balai Pelestarian Budaya Wilayah Bali, perwakilan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Lombok Barat, Camat Narmada, perwakilan seniman dan sastrawan, siswa SMPN 19 Jakarta, dan perwakilan elemen sekolah se-Kabupaten Lombok Barat.

Gebyar Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) Nasional 2024 mengangkat tema Begawe Karya Sebagai Penguat Identitas Bangsa. Senada dengan tema gebyar ini, Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Puji Retno Hardiningtyas, mendukung dan mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini. Sebagai salah satu program unggulan Kemendikbudristek, kegiatan ini sejalan dengan salah satu program unggulan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbudristek, yaitu Revitalisasi Bahasa Daerah. Bahasa dan budaya merupakan salah satu cerminan identitas dan jati diri bangsa yang memang harus terus diperkuat melalui berbagai kegiatan seni dan budaya.

Berdasarkan laporan pengelola GSMS, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Barat, yang diwakili oleh
Sekretaris Dinas, Arif Cahyo Nugroho, program prioritas Kemendikbudristek  bidang kebudayaan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan peserta didik dan meningkatkan prestasi siswa-siswa. Dengan adanya pembelajaran ini, diharapkan dapat memperkuat prestasi, karakter, dan budaya siswa. 232 sekolah dilibatkan dalam kegiatan ini dengan pembiayaan APBN dan 4 sekolah pendamping dengan pembiayaan APBD.

"Sesuai dengan tema GSMS tahun 2024 ini, Begawe Karya Penguat Identitas Bangsa, tidak hanya bekerja, melainkan juga menciptakan karya-karya seni siswa. Kegiatan Lokakarya GSMS ini dimulai tanggal 1--2 Oktober 2024. Kegiatan ini menampilkan kolaborasi karya dari berbagai perwakilan sekolah, meliputi seni rupa, seni tari, seni musik, seni lukis, seni media, dan jenis seni lainnya. Pelajaran aksara Sasak menjadi salah satu materi pembelajaran pada program ini yang dilaksanakan oleh SMPN 3 Labuapi. Beberapa desa sudah membentuk pengelola GSMS untuk mendukung dan melaksanakan program. Kami juga telah menyusun kurikulum muatan lokal beserta bahan ajarnya. Mohon partisipasi masyarakat untuk mendukung program kami ini," papar Arif Cahyo saat menyampaikan laporan kegiatan.

Berikutnya, Tausiyah Budaya dibawakan oleh Lalu Mahsun Ahmad, seorang budayawan Kabupaten Lombok Barat. Ia menampilkan nasihat-nasihat bijak yang dikemas dalam tausiyah budaya. Larik-latik sajak panjang yang ditampilkan mengajak dan menggugah semangat para peserta yang hadir. Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Kemendikbudristek, Irini Dewi Wanti. Ia menekankan bahwa hal yang paling penting adalah semua anak-anak ikut menjadi peserta dan mempunyai hak merdeka belajar mengekspresikan diri dalam kebudayaan.

"Saya tadi melihat langsung hasil karya seni rupa para siswa. Para siswa telah mengeluarkan kemampuannya dalam pembelajaran beberapa hari didampingi oleh para seniman di sekolah. Hasilnya sangat bagus dan luar biasa. Hal ini harus terus dikembangkan karena talenta dan bakat harus terus diasah dan ditajamkan melalui berbagai kegiatan budaya. Kita apresiasi karya anak-anak kita agar terus dapat berkembang dan meningkatkan kemampuan seni anak-anak peserta didik. Harapannya, Direktorat Jenderal Kebudayaan dapat berkontribusi untuk pengembangan kebudayaan masyakarat, khususnya siswa-siswa sekolah," tutur Irini Dewi memberikan sambutan di Aula Gedung Seni Budaya Jayangrana, Narmada, Kabupaten Lombok Barat (2/10).

Penjabat Bupati Lombok Barat, H. Ilham, juga menyampaikan orasi budaya. Ia mewakili Pemerintah Kabupaten Lombok Barat mengucapkan terima kasih atas terpilihnya Kabupaten Lombok Barat sebagai salah satu dari 40 wilayah sebagai sasaran program GSMS yang merupakan salah satu program unggulan Kemendikbudristek. "Saya berharap hal ini menjadi nilai tambah masyarakat Lombok Barat ke depannya untuk terus mengembangkan bakat, minat, dan kompetensi siswa-siswa sekolah dalam melestarikan kebudayaan. Saya kira kita semua mengetahui bagaimana pesatnya pengaruh media dalam menggerus budaya kita. Kami berupaya anak-anak di Lombok Barat untuk terus mengenal jati diri kebudayaan di Lombok Barat. Kami tentu membutuhkan pendampingan dan pembinaan dari pihak Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbudristek sehingga nilai-nilai dan pelajaran budaya tetap terjaga, khususnya untuk anak-anak kami," tandas H. Ilham menyampaikan harapan dan pesan untuk penguatan kebudayaan.

Penampilan seni dan budaya dari berbagai perwakilan siswa sekolah ditampilkan dalam kegiatan ini. Penampilan lakon bertajuk Perang Topat yang dibawakan oleh kolaborasi tiga sekolah, yaitu SD Peduli Anak, SDN 1 Gelogor, dan SMPN 3 Lingsar. Penampilan tari, musik, dan tembang kolaborasi tiga sekolah, yaitu tari gandrung dasan tereng yang dibawakan oleh siswa SMPN 2 Batu Layar, musik gamelan Sasak yang dibawakan oleh siswa SDN 2 Dasan Tereng, dan tembang Sasak yang dibawakan oleh SDN 1 Kuripan. Penampilan tari Ratoh Jaroe dari SMPN 19 Jakarta. Penampilan kolaborasi Cilokaq Sasak dari SDN 1 Dasan Baru sebagai penutup kegiatan hari ini.