Zen Hae, Sastrawan dan Esais Nasional, Kunjungi Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat

Mataram, 4 Oktober 2024-- Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat kedatangan dua sastrawan berbakat Indonesia, Zen Hae dan Kiki Sulistyo. Zen Hae adalah seorang penulis cerita pendek, esais, dan kritikus sastra yang telah banyak menghasilkan karya. Zen Hae hadir ke Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam rangka menjadi narasumber Kegiatan Lokakarya Perayaan 100 Tahun AA Navis: Suara dari Surau. Sebelum acara dilaksanakan, Zen Hae bersama Kiki Sulistyo, sastrawan kenamaan Lombok berkunjung ke Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. 

Dalam kunjungan ini, Zen Hae dan Kiki Sulistyo berbincang-bincang dengan Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dr. Puji Retno Hardiningtyas. Ketiganya membahas teknis pelaksanaan lokakarya yang akan dilaksanakan esok hari, 5 Oktober 2024. Selain itu, Puji Retno juga menjelaskan upaya peningkatan gairah sastra di Nusa Tenggara Barat yang dilakukan oleh Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. 

"Lokakarya ini menjadi salah satu upaya kami memperkenalkan karya sastra yang monumental pada seluruh kalangan. Tahun lalu, Komunitas Akarpohon telah membahas Navis dengan apik. Tahun ini, sekaligus merayakan 100 tahun lahirnya AA Navis, kami juga ingin memperkenalkan Navis, tidak hanya di kalangan sastrawan, tetapi juga kalangan awam. Itulah semangat kami,” jelas Puji Retno.

Tak hanya berkunjung, Zen Hae juga berbagi pemikirannya dalam Siniar Sasambo. Dalam edisi Bincang Bersama Tokoh yang dipandu Ni Made Yudiastini, Zen Hae menceritakan proses kreatif di balik karya-karyanya. Ia menyampaikan bagaimana ia menjaga konsistensi memperoleh berbagai pengetahuan terkait sastra dengan rutin membaca. Karya AA Navis menjadi salah satu asupan bacaan berkualitas yang rutin ia konsumsi sejak masa kuliah. Buku-buku di perpustakaan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, saat itu bernama Pusat Bahasa, juga menjadi jalan wawasan pembuka Zen terkait dunia kepengarangan. 

Zen Hae bersama Kiki Sulistyo akan membahas lebih lanjut karya-karya Navis beserta kiat menulis esai. Sebanyak 100 peserta akan dibimbing untuk memproduksi esai berupa kritik sastra.