Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTB Hadiri Rapat Koordinasi Capaian Program Semester I
Mataram, 6 Oktober 2024--Program pendidikan yang dilaksanakan oleh Kemendikbudristek merupakan tanggung jawab bersama seluruh lembaga di dalamnya. Tugas dan fungsi tersebut dilaksanakan juga oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) ketiga di Nusa Tenggara Barat, yaitu Balai Guru Penggerak (BGP), Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), dan Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Untuk memastikan terlaksananya transformasi pendidikan, BGP Provinsi Nusa Tenggara Barat melaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi Program Capaian Semester I Tahun 2024. Pada kesempatan ini, Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Puji Retno Hardiningtyas, hadir dan juga aktif dalam evaluasi pencapaian program pendidikan.
Sebagai UPT Kemendikbudristek, Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat memiliki tugas dan fungsi dalam pendampingan literasi dan numerasi. Bersama dengan kedua UPT lainnya, Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat telah berkolaborasi dalam berbagai program dan kegiatan yang mendukung peningkatan literasi dan numerasi, khususnya dalam cakupan pendidikan di Nusa Tenggara Barat. Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat berharap bahwa dengan adanya kegiatan yang melibatkan berbagai unsur pendidikan akan mampu menghasilkan komitmen bersama demi keberhasilan kebijakan Merdeka Belajar. Tidak hanya itu, kolaborasi antarlembaga harus terus dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan program-program Merdeka Belajar di Nusa Tenggara Barat berjalan dengan baik.
Plt. Kepala BGP Provinsi Nusa Tenggara Barat, Santi Ambarrukmi, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan forum untuk menyampaikan informasi mengenai capaian program yang telah dilaksanakan oleh BGP dan BPMP Provinsi Nusa Tenggara Barat, baik evaluasi, capaian, kendala, maupun solusi program pendidikan ke depannya. Begitu pula dengan program yang kita laksanakan bersama. Ada beberapa hal yang perlu kami tegaskan yaitu capaian Merdeka Belajar serta transformasi dan inovasi pendidikan. Beberapa tahun ini, kami telah melakukan transformasi Merdeka Belajar terkait guru dan tenaga kependidikan bersama. Total ada sembilan episode Merdeka Belajar,” paparnya saat menyampaikan Upacara di Aula Hotel Aruna, Senggigi, Kabupaten Lombok Barat (6/10). Santi juga menjelaskan arah pembangunan menuju Indonesia Emas 2045, tantangan yang dihadapi dalam bidang pendidikan, pencapaian dalam pelatihan guru dan tenaga kependidikan, serta upaya transformasi program guru dan tenaga kependidikan.
Hal yang sama juga dijelaskan oleh Kepala BPMP Provinsi Nusa Tenggara Barat, Katman. Ia menegaskan bahwa capaian program Merdeka Belajar perlu dimaksimalkan bersama. Tidak menutup kemungkinan hasil evaluasi program sebelumnya menjadi referensi. Kemajuan pendidikan di NTB perlu percepatan. Potensi kemajuannya sangat besar, asalkan semua lembaga melakukan kolaborasi, misalnya pemanfaatan lembaga-lembaga kecil yang memberikan manfaat cukup besar.
“Semoga kita bisa melakukan pemetaan bersama Bappeda Provinsi Nusa Tenggara Barat dari sisi komitmen penganggaran. Kemendikbudristek sudah berusaha melakukan pemetaan secara detail. Kami perlu mengetahui letak permasalahan dan fokus percepatan literasi dan numerasi ke arah mana,” tegas Katman saat memperkuat implementasi program Merdeka Belajar oleh semua lembaga terkait.
Materi penguatan juga diberikan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat. H. Aidy Furqan selaku Kepala Dinas diwakili oleh staf bidang pendidikan yang menjelaskan materi "Kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB dalam Program Guru Penggerak".Sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam peningkatan mutu pendidikan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah berupaya melakukan koordinasi, konsolidasi, dan implementasi program Merdeka Belajar dengan seluruh pemangku kepentingan, salah satunya guru penggerak.
Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, yaitu hari Minggu--Selasa, 6--8 Oktober 2024. Ada pun materi yang dibahas mengenai Penguatan PMO Daerah, Kebijakan Bappeda Provinsi NTB, Progres Pemadanan Data Pengelola Kinerja Guru dan Kepala Sekolah, Informasi Capaian dan Tantangan Program Prioritas, Capaian Kebijakan Merdeka Belajar, dan Berbagi Praktik Baik. Sebanyak 100 peserta menghadiri kegiatan ini yang terdiri atas Kepala Dinas Pendidikan se-NTB, Kepala Cabang Dinas se-NTB, Kepala Bappeda se-NTB, Kepala BKD se-NTB, dan perwakilan guru penggerak. Kegiatan ini diharapkan akan menghasilkan rumusan komitmen untuk mencapaian program Merdeka Belajar pada tahap selanjutnya.