Bengkel Sastra: Mengenalkan Puisi Bahasa Mbojo kepada Generasi Muda
Kota Bima, 10 Oktober 2024—Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat kembali gaungkan kegiatan sastra daerah di Kota Bima. Kegiatan Peningkatan Sastra: Bengkel Penulisan Puisi Bahasa Mbojo di Kabupaten/Kota Bima dilaksanakan hari ini bertempat di Aula Kampus 2 STKIP Taman Siswa Kota Bima.
Kegiatan serupa sebelumnya, yang berbentuk bengkel penulisan puisi yang dilaksanakan Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat sejak tahun 2022 di Lombok Tengah dan Kabupaten Sumbawa Barat (2023) dengan sasaran bahasa Sasak dan Samawa. Tahun 2024 kegiatan yang sama dilaksanakan di Kabupaten/Kota Bima yang menyasar penutur bahasa Mbojo, khususnya siswa menengah atas.
Kegiatan Peningkatan Sastra: Bengkel Penulisan Puisi Bahasa Mbojo di Kota/Kabupaten Bima kali ini Kantor Bahasa mengundang N. Marewo, sastrawan kondang asal Kota Bima. Kegiatan ini melibatkan 60 peserta yang berasal dari 4 sekolah di Kota Bima dan 2 sekolah di Kabupaten Bima, yaitu SMAN 1 Kota Bima, SMAN 4 Kota Bima, SMKN 1 Kota Bima, MAN 2 Kota Bima, SMAN 1 Woha, dan SMAN 1 Palibelo.
Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengenalkan puisi dan apresiasi puisi, khususnya puisi berbahasa Mbojo. Peserta kegiatan ini diwajibkan membuat minimal satu puisi berbahasa Mbojo beserta terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Nantinya, karya peserta yang terdiri atas siswa dan guru akan bukukan dalam kumpulan antologi bersama. Tujuan akhir kegiatan ini adalah menjaga dan melestarikan bahasa Mbojo melalui cipta puisi sehingga kekuatan karya sastra bersama ini akan menambah khazanah dan perkembangan sastra berbahasa Mbojo.
“Nanti Adik-Adik bersama dengan guru pendamping harus mengumpulkan puisi, ya. Boleh lebih dari satu. Puisinya juga harus diterjemahkan ke bahasa Indonesia agar karya Adik-Adik semua dapat dinikmati oleh masyarakat luas, tidak hanya penutur bahasa Mbojo,” ujar Puji Retno selaku Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat saat memberikan sambutan sekaligus memberikan penguatan motivasi kepada para peserta.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian materi secara intensif dan berlatih menulis puisi secara langsung oleh N. Marewo. “Dalam menulis puisi bahasa Mbojo, kita harus memastikan bahwa kita memiliki perbendaharaan kosakata bahasa Mbojo yang banyak. Selain itu, cara berpikir kita juga harus dengan cara berpikir Mbojo agar puisi yang kita hasilkan terasa natural,” ungkap N. Marewo.
Peserta yang masih belia dari dua Kota/Kabupaten Bima mengikuti kegiatan ini dengan antusias dan penuh semangat. Pertanyaan demi pertanyaan terus dilontarkan dan hampir semua siswa mempraktikkan membaca puisi hasil karya mereka sendiri. Harapannya, minat dan partisipasi peserta, terutama siswa, tidak berhenti pada kegiatan ini saja. Setelah kegiatan ini selesai, ketertarikan siswa-siswa terhadap puisi dapat dikembangkan setelah kegiatan ini dan semua siswa menghasilkan karya puisi yang berkualitas. Harapannya lagi, siswa dan guru akan terus berlanjut berkarya sehingga pertumbuhan sastra di Kota/Kabupaten Bima semakin semarak dan akan banyak karya sastra lahir dari rahim Kota Tepian Air, terutama karya berbahasa Mbojo.