Kantor Bahasa Provinsi NTB Dukung Giat Literasi di Lombok Tengah
Lombok Tengah, 12 Oktober 2024--Konsorsium NTB Membaca (KNTBM) menyelenggarakan Peringatan Hari Aksara Internasional 2024 yang berfokus pada pembinaan komunitas sukarelawan literasi se-Nusa Tenggara Barat (NTB). Menurut KNTBM, kontribusi yang telah dilakukan sukarelawan literasi kepada masyarakat perlu diapresiasi bersama dalam sebuah kegiatan. Kegiatan Peringatan Hari Aksara dikemas dalam kegiatan Relasi Camp. Pada kegiatan ini, Kantor Bahasa Provinsi NTB berkesempatan hadir sebagai bagian dari mitra peningkatan literasi di NTB. Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Puji Retno Hardiningtyas menugasi Nurcholis Muslim dan Ni Made Yudiastini, perwakilan Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) Literasi untuk berpartisipasi dan terlibat dalam kegiatan ini.
Kegiatan ini dimaksudkan sebagai salah satu wadah untuk dapat mempertemukan semua sukarelawan literasi di NTB sekaligus merefleksikan isu literasi. Penyelenggaraan Relasi Camp dihajatkan juga sebagai momentum untuk berbagi praktik baik sekaligus menciptakan formula baru untuk literasi yang semakin baik. Adapun tujuan khusus kegiatan tersebut, yaitu pertama mempertemukan ide dan gagasan antarsukarelawan literasi dalam menyikapi perkembangan pembangunan literasi di NTB. Kedua, sebagai ajang berbagi praktik baik dalam pendampingan literasi dasar. Ketiga, meningkatkan kapasitas, kreativitas, dan inovasi sukarelawan literasi. Keempat, meningkatkan solidaritas dan sinergitas antarsukarelawan.
Kegiatan Relasi Camp dilaksanakan selama 3 hari, mulai tanggal 11–13 Oktober 2024 yang bertempat di Lembah Gaharu, Karang Sidemen, Lombok Tengah. Pada kesempatan sebelumnya, Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Tim KKLP Literasi menyambut baik dan mengapresiasi komitmen para pegiat literasi yang telah rutin melaksanakan kegiatan ini. Puji Retno berharap bahwa kegiatan ini dapat terus dilaksanakan dan penguatan pelaksanaan literasi dapat terus berkembang dan menyasar pembinaan literasi yang lebih luas di Nusa Tenggara Barat.