Kantor Bahasa Provinsi NTB Hadiri Pentas Apresiasi Sastra Lisan
Kabupaten Sumbawa Barat, 13 Oktober 2024--Perwakilan Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kasman, menghadiri kegiatan Pentas Apresiasi Sastra Lisan yang diselenggarakan oleh Komunitas Sastra Kerukunan Masyarakat Seni Samawa Ano Rawi (Kemas Samawi) Toke Pangeto. Komunitas ini dipimpin oleh Fathi Yusuf Al-Qadri, yang berdomisili di Kabupaten Sumbawa Barat. Komunitas Kemas Samawi Toke Pangeto berdiri pada tahun 2006 dan mengawali kiprahnya di bidang sastra daerah Samawa. Pada tahun 2024, Kemas Samawi melaksanakan kegiatan Pentas Apresiasi Sastra Lisan yang merupakan realisasi dari Bantuan Pemerintah Bidang Kebahasaan dan Kesastraan: Penguatan Komunitas Sastra Tahun Anggaran 2024.
Bantuan ini diberikan kepada komunitas sastra yang dianggap memiliki komitmen untuk melestarikan dan mengembangkan sastra daerah di seluruh Indonesia. Pada tahun 2024, Komunitas Kemas Samawi Toke Pangeto menjadi satu-satunya komunitas di Kabupaten Sumbawa Barat yang dinyatakan berhak memperoleh bantuan tersebut. Kehadiran Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan bentuk partisipasi aktif Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pengembangan dan Bahasa dalam mengawal dan mendukung upaya penguatan bahasa dan sastra daerah yang dilakukan oleh komunitas yang diapresiasi. Selain pihak Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melalui Kelompok Kepakaran Layanan Profesional (KKLP) Pemodernan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra juga hadir yang diwakili oleh dua orang staf, yakni Miranti Sudarmaji dan Siti Maemunah. Kehadiran perwakilan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dan Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam kegiatan ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap Komunitas Kemas Samawi Toke Pangeto dalam merealisasikan anggaran berupa Bantuan Pemerintah Bidang Bahasa dan Sastra.
Dalam sambutannya, Miranti mengungkapkan bahwa Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa selaku lembaga pemerintah memberikan bantuan ini agar komunitas sastra semakin kuat dalam berkiprah, terutama dalam melindungi dan mengembangkan bahasa dan sastra daerah. Penguatan komunitas ini penting karena masyarakat tidak peduli lagi terhadap bahasa dan sastra daerah mereka. Menurutnya, bantuan pemerintah sejenis untuk tahun 2025 akan tetap ada, walaupun berpindah ke KKLP Pembinaan Bahasa dan Hukum, sedangkan KKLP Pemodernan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra pada tahun depan akan mengelola Bantuan Pemerintah untuk Komunitas Pelestari Bahasa dan Sastra.
Kemas Samawi telah menggelar pementasan yang diberi judul Apresiasi Sastra Lisan Kamutar Telu pada tanggal 5 Oktober 2024 dan berakhir pada tanggal 12 Oktober 2024. Ketua Kemas Samawi Toke Pangeto, Fathi Yusuf Al-Qadri mengatakan bahwa tujuan dari pentas sastra lisan ini adalah untuk membangkitkan kemajuan kebudayaan melalui karya bahasa dan sastra. Fathi juga menyampaikan bahwa peserta yang tampil dalam kegiatan ini merupakan perwakilan Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) setiap kecamatan di Kabupaten Sumbawa Barat.
"Setiap kecamatan, jumlah pesertanya dibatasi maksimal 30 orang dan perwakilan LATS Kecamatan diutamakan para maestro, seniman, dan sanggar seni. Adapun sastra lisan yang dipentaskan dalam kegiatan yang berlangsung sepekan ini antara lain: ngumang, lawas ulan, bagesaq, bakembong, badede adat, badede anak, badiya, basakeco, bakelong, bagesong, bageroq (sambil melantunkan lawas saketa), gandang nuja, gandang suling (sambil melantunkan lawas gandang), ratob, bagontong (sambil melantunkan lawas dedeq), dan pertunjukan prosesi ritus budaya," ungkapnya menjelaskan pentas seni yang telah dilaksanakan oleh komunitas.