Peningkatan Mutu Pegawai: Upaya Kantor Bahasa Provinsi NTB Menjawab Tantangan Literasi Generasi Muda
Mataram, 14 Oktober 2024--Rangkaian kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra Tahun 2024 terus dilaksanakan oleh Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Untuk mendukung kegiatan literasi, Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat melaksanakan kegiatan Peningkatan Mutu Pegawai dalam Rangka Literasi Generasi Muda di Hotel Lombok Raya Mataram. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk menguatkan kembali tugas dan fungsi penguatan literasi, baik secara internal maupun eksternal.
Pada kegiatan ini, hadir Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) dan Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi NTB. Kehadiran kedua Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikbudristek tersebut merupakan bentuk dukungan kemitraan yang selama ini dijalankan oleh ketiga lembaga untuk menyukseskan program-program unggulan dan Merdeka Belajar. Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Puji Retno Hardiningtyas mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk menjawab tantangan peningkatan mutu dan kualitas pelayanan internal dan eksternal yang dilakukan oleh Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat.
"Kami mencoba menjawab permasalahan terkait kemampuan literasi oleh generasi muda, khususnya pegawai Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan mengemas pembekalan berbagai materi sesuai kebutuhan. Harapannya bahwa kegiatan ini dapat menjalin keakraban sesama pegawai dan mitra pemangku kepentingan dan peningkatan kualitas layanan dapat terwujud," tegas Puji Retno menuturkan tujuan dan harapan pelaksanaan kegiatan ini.
Hal senada juga disampaikan oleh ketua panitia, yaitu Zamzam Hariro. Dalam laporannya, ia menjelaskan bahwa peserta berjumlah 60 orang yang terdiri atas pegawai Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, perwakilan BPMP dan BGP Provinsi Nusa Tenggara Barat, IPDN Kampus NTB, BRIN, media massa, RRI Mataram, dan Duta Bahasa Provinsi NTB. Adapun tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi generasi muda, khususnya pegawai Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam berinteraksi di tempat kerja sehingga mendukung pelaksanaan tugas pegawai. "Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pemberian layanan kepada masyarakat," tutupnya saat menyampaikan laporan kegiatan.
Kegiatan ini dirangkaikan dengan penyerahan piagam penghargaan bersama ketiga UPT Kemendikbudristek, yaitu Kantor Bahasa, BPMP, dan BGP Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kepala BPMP Provinsi NTB diwakili oleh Kepala Subbagian Tata Usaha, yaitu Lielies Miningrum dan Plt. Kepala BGP Provinsi NTB diwakili oleh staf teknis Widyaprada, Fauziah. Dengan adanya penghargaan ini, diharapkan kemitraan di antara ketiga lembaga terus dikuatkan dan peningkatan kualitas program bersama dapat terwujud. Kegiatan pada hari ini juga bertepatan dengan HUT ke-21 Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat dan tahun pertama menjadi Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, yaitu hari Senin--Rabu, 14--16 Oktober 2024. Materi yang diberikan beragam sesuai dengan kebutuhan peningkatan mutu literasi. Adapun berbagai materi yang diberikan adalah "Koordinasi dan Sinkronisasi Program Kegiatan Pendukung Gerakan Literasi Nasional" oleh Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat (Puji Retno Hardiningtyas), perwakilan BPMP Provinsi NTB (Slamet Riyadi), dan perwakilan BGP Provinsi NTB (Fauziah).
Slamet Riyadi menuturkan bahwa tugas dan fungsi BPMP lebih kepada jalinan kemitraan dan advokasi dengan pemerintah daerah, sedangkan untuk pelaksanaan teknis peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan diemban oleh BGP Provinsi NTB. Literasi menjadi salah satu program utama dalam pengawalan nilai rapor literasi di NTB. Untuk itu, tugas dan fungsi peningkatan literasi dilaksanakan juga oleh BPMP Provinsi NTB.
Selaras dengan penjelasan tersebut, Fauziah selaku narasumber perwakilan BGP Provinsi NTB juga menguatkan bahwa peran peningkatan literasi yang dilaksanakan BGP Provinsi NTB berfokus pada pendampingan dan pelatihan guru penggerak. Hal ini dilakukan sebagai bentuk peningkatan nilai rapor literasi. Penguatan materi ini diberikan juga oleh Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Puji Retno menekankan bahwa hal yang perlu dikuatkan bersama adalah pemantauan dan evaluasi distribusi bahan bacaan literasi di NTB yang telah dilaksanakan oleh Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra melalui KKLP Literasi. Tidak hanya itu, ia menekankan bahwa literasi tidak hanya dijalankan melalui berbagai kegiatan, tetapi juga perlu berpijak pada hasil asesmen nasional terkait literasi dan numerasi di Indonesia.
"Saya melihat di NTB bahwa program guru penggerak dan komunitas-komunitasnya telah berjalan. Itu terbukti saat panen raya hasil pembelajaran oleh setiap sekolah dalam pemanfaatan bahan bacaan literasi. Kembali lagi, pentingnya fasilitas pemanfaatan buku-buku bacaan literasi. Kami juga telah melakukan pemantauan dan evaluasi bahan bacaan literasi di Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Timur melalui KKLP Literasi. Tim KKLP Literasi juga harus berkoordinasi dan bertanggung jawab bersama dengan BPMP dan BGP Provinsi NTB," tandas Puji Retno.
Materi berikutnya membahas tentang "Peningkatan Keterampilan Berbahasa melalui Permainan Literasi" yang disampaikan oleh Hariyadi (Yayasan Impian Ummat). Materi lain yang disampaikan pada hari pertama adalah "Pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) untuk Efisiensi Pekerjaan" yang disampaikan oleh Ramaditia Dwiyansaputra (Universitas Mataram). Sementara itu, hari kedua pelaksanaan akan diisi dengan kegiatan "Protokol dalam Pelayanan" yang disampaikan oleh Bayu Pancapati Amiruddin (IPDN Kampus NTB). Kegiatan dilanjutkan dengan mancakrida yang melibatkan seluruh peserta kegiatan. Kegiatan pada hari ketiga juga dilanjutkan dengan peningkatan kompetensi pegawai melalui mancakrida yang dipandu oleh narasumber Irfan Fawaid (Manajer COS Indonesia).