Kunjungan Siswa SD IT Abata Lombok II Ke Kantor Bahasa Provinsi NTB: Mengenal Bahasa dan Sastra Lokal
Kota Mataram, 17 Oktober 2024--Sebanyak 179 siswa SD IT Abata Lombok II Kota Mataram berkunjung ke Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Ratusan siswa tersebut terdiri atas lima rombongan belajar (rombel) kelas IV dan lima rombel kelas V. Kunjungan ini didampingi oleh 25 guru kelas IV dan V. Adapun tujuan kegiatan ini adalah untuk memperluas wawasan terkait bahasa dan sastra.
Karena banyaknya siswa, pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi dua kloter. Beragam aktivitas dilakukan oleh para siswa, seperti menonton film animasi hasil alih wahana cerita rakyat dan membaca buku koleksi perpustakaan Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Para siswa tampak menikmati kunjungan kali ini. Banyak yang berebut buku untuk dibaca.
Film animasi yang ditonton bersama adalah hasil program alih wahana cerita rakyat oleh Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra. Para siswa diajak untuk mengenal berbagai cerita rakyat dari berbagai penjuru Indonesia. Untuk Nusa Tenggara Barat, cerita yang dikenalkan adalah kisah Putri Mandalika yang hasil alih wahanaannya disesuaikan dengan umur anak-anak.
Kunjungan kali ini disambut langsung oleh Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Puji Retno Hardiningtyas. Perwakilan KKLP juga turut mendampingi dan berinteraksi dengan ratusan siswa. "Kami memiliki tugas untuk melakukan pembinaan dan pemasyarakatan bahasa Indonesia serta pelindungan bahasa daerah. Nusa Tenggara Barat memiliki tiga bahasa daerah. Ada yang tahu apa saja?" tanya Puji Retno.
Sontak pertanyaan tersebut disambut antusias oleh para siswa SD IT Abata. Ada yang menjawab bahasa Lombok, bahasa Bima, bahasa Sasak, dan bahasa Sumbawa. Bahkan, ada siswa yang mengaku bisa menguasai tiga bahasa daerah asli Nusa Tenggara Barat. Jawaban para siswa mengundang senyum dan tawa dari pegawai Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat dan guru pendamping.
“Ya, jawaban Adik-Adik sebenarnya sudah benar, hanya saja kurang tepat. Nusa Tenggara Barat memiliki tiga bahasa daerah asli, yaitu bahasa Sasak, Samawa, dan Mbojo. Selain itu, ada bahasa daerah lain yang berasal dari luar Nusa Tenggara Barat, seperti Bali, Jawa, dan Bugis. Untuk melindungi bahasa daerah, kami juga menerbitkan buku cerita anak berbahasa daerah beserta terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Nanti, kita akan menyimak bersama-sama, ya, salah satu cerita anak,” ujar Puji Retno memberi penjelasan.
Selepas sambutan oleh Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, para siswa pun menyimak cerita digital produk Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kegiatan dipandu oleh Rizki Gayatri selaku Koordinator Tim Siniar. Cerita yang disimak adalah Elang-Elang Bukit Sempiak dan Parah Karena Marah dalam bahasa Indonesia. Para siswa tampak senang menikmati produk Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat.