Mengenalkan Adat dan Budaya Lokal: Inovasi Mandalika-Bumi di Sekotong
Lombok Barat, 17 Oktober 2024--Program inovasi Mandalika-BIPA untuk Masyarakat Inovatif (Mandalika-Bumi) terus digalakkan oleh Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sejak tahun 2023, program ini menjadi program inovasi yang menyasar para pelaku atau pegiat wisata dengan sasaran desa wisata. Pada tahun 2024 ini, desa wisata sasaran kegiatan, yaitu Desa Pengantap yang terletak di Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.
Kegiatan ini melibatkan 20 peserta yang terdiri atas pelaku wisata dan masyarakat umum di Desa Pengantap. Pada kesempatan ini, Zamzam Hariro selaku Ketua Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) BIPA menuturkan bahwa kegiatan Mandalika-Bumi merupakan salah satu wujud kepedulian Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam pemajuan bahasa dan sastra, baik bahasa Indonesia, daerah, maupun asing. "Kami berupaya turut memajukan ekonomi melalui pariwisata. Salah satu caranya, yaitu dengan mengenalkan adat istiadat, budaya, dan cerita legenda kepada para wisatawan yang datang ke daerah Sekotong, terutama wisatawan asing. Hal ini bagus untuk kita kembangkan. Hal yang perlu kita lakukan adalah membuat wisatawan asing merasa nyaman dan merasakan keramahan kita," tutur Zamzam saat membuka kegiatan.
Ia melanjutkan kegiatan dengan perkenalan dan pengajaran dasar bahasa Inggris sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Praktik juga diberikan seputar pengucapan kosakata dasar dalam bahasa Inggris sebagai bekal untuk percakapan atau komunikasi dasar masyarakat. "Kami di sini sudah sering kedatangan wisatawan asing. Bahkan, beberapa wisatawan asing menginap cukup lama dan mempelajari kebudayaan lokal di sini," ungkap Gunawan, salah seorang pegiat budaya dan wisata di Desa Pengantap. Ia juga merupakan salah seorang guru master Revitalisasi Bahasa Daerah tahun 2022.
Zamzam mengungkapkan bahwa pengembangan wisata berbasis lokal merupakan materi yang harus digarap dan dilaksanakan bersama. Selama tiga hari ke depan, pengajaran bahasa Inggris dilakukan berbasis kearifan lokal dengan mengunjungi berbagai lokasi wisata yang digarap oleh masyarakat setempat. Tidak hanya itu, pada kegiatan ini, Gunawan juga menceritakan berbagai kisah di balik penamaan lokasi wisata yang ada di Sekotong, mulai dari sejarah Gili Kere, cerita lokal Inaq Butuh dan Amaq Butuh, kisah Gunung Langit, dan beberapa kisah lainnya. Rencana ke depannya, kisah ini akan diangkat ke dalam bentuk buku cerita sebagai salah satu penunjang wisata di Desa Pengantap.