Lokakarya Pengajaran BIPA: Pengajaran Lapangan dan Kebijakan Bahasa dan Sastra Balai Bahasa Provinsi NTB
Sumbawa, 23 Oktober 2024--Pada hari ketiga Lokakarya Pengajaran BIPA, para peserta yang sebelumnya terbagi menjadi tujuh kelompok mendapat tugas untuk mengimplementasikan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah mereka susun. Masing-masing kelompok diminta melakukan praktik pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) sebagai bagian dari pelatihan.
Proses pengajaran tersebut tidak hanya menjadi kesempatan bagi kelompok untuk mengasah keterampilan mengajar, tetapi juga menjadi ajang evaluasi dan pemberian masukan dari kelompok lain. Setiap kelompok memberikan umpan balik konstruktif atas metode pengajaran yang dilakukan oleh kelompok lainnya. Setelah sesi diskusi antarkelompok selesai, narasumber lokakarya turut memberikan pengarahan dan masukan untuk lebih menyempurnakan metode pengajaran peserta.
Selain sesi praktik, hari ini Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Puji Retno Hardiningtyas juga turut hadir dan memberikan paparan mengenai pelayanan, kebijakan, dan program-program yang ada di Balai Bahasa Provinsi NTB. Dalam paparannya, Puji Retno menjelaskan berbagai capaian yang telah diraih oleh Balai Bahasa Provinsi NTB serta produk-produk yang telah dihasilkan untuk mendukung perkembangan bahasa dan sastra serta pembelajaran BIPA, termasuk inovasi dalam materi ajar dan program pelatihan.
Hari ketiga ini ditutup dengan diskusi interaktif antara peserta, narasumber, dan Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB. Diskusi membahas peluang dan tantangan dalam mengembangkan pengajaran BIPA ke depan. Lokakarya diharapkan mampu memberikan bekal yang lebih matang kepada para peserta dalam mengajar bahasa Indonesia kepada penutur asing.