Pekan Ekspresi Siswa Museum NTB: Balai Bahasa Provinsi NTB Menjadi Juri Lomba Literasi

Mataram, 24 Oktober 2024--Museum Negeri NTB menyelenggarakan Lomba Mading untuk Siswa SMA Sederajat Tingkat Provinsi NTB dengan tema Exploring the Wonders. Kegiatan ini adalah rangkaian kedua dari kegiatan Exploring the Wonders yang dimulai dengan kegiatan Arkeolog Cilik pada Selasa—Rabu, 22—23 Oktober 2024 di Aula Samalas Museum Negeri NTB. Kegiatan lomba ini diikuti oleh peserta dari Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok.

Dalam sambutannya, Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam, menyampaikan bahwa tujuan Lomba Mading untuk Siswa SMA Sederajat dengan tema Exploring the Wonders ini adalah meningkatkan literasi siswa dalam keindahan, keunikan, dan keajaiban sejarah dan budaya NTB. 

Melalui lomba ini, peserta dan guru pendamping dapat mendalami sejarah dan budaya NTB yang bisa saja sudah mulai dilupakan dan ditinggalkan seiring dengan perkembangan zaman.

Selanjutnya, hasil pendalaman itu diwujudkan dalam kreasi majalah dinding yang unik, spesial, dan menarik. Untuk mendukung kreativitas siswa dalam mendesain mading yang menarik, siswa dan guru pendamping telah menyiapkan bahan-bahan yang dibawa dari sekolah. Bahan-bahan itu tampak beragam sesuai dengan konsep yang ingin ditampilkan. Agar siswa dapat berkreasi secara maksimal, 80% tampilan mading dibuat seluruhnya oleh peserta di dalam ruangan dan tidak membolehkan keterlibatan pihak luar, bahkan guru pendamping sendiri. Peserta diberi waktu 180 menit atau 3 jam untuk berkreasi dan mendesain madingnya untuk selanjutnya dinilai oleh dewan juri.

Untuk melakukan penjurian, Museum Negeri NTB mengundang 3 orang dewan juri, terdiri atas 1 orang dari Dewan Kesenian NTB, 1 orang dari Dewan Kebudayaan NTB, dan 1 orang dari Balai Bahasa Provinsi NTB. Penilaian dewan juri dibuat berdasarkan empat kriteria, mencakup kesesuaian tema, yaitu relevansi mading dengan tema sejarah dan budaya yang dipilih; kreativitas, yaitu inovasi dalam menyajikan konsep secara visual dan naratif; kelengkapan informasi, yaitu kedalaman informasi sejarah dan budaya yang disajikan; serta kerapian dan estetika, yaitu penataan mading yang apik, enak dilihat, dan menarik.