Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Provinsi NTB Tahun 2024 Resmi Dibuka, 300 Siswa Unjuk Keterampilan Bahasa Daerah

Mataram, 30 Oktober 2024--Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2024 resmi dibuka. FTBI merupakan agenda tahunan dan menjadi penutup dalam rangkaian program Revitalisasi Bahasa Daerah. Dalam rangkaian sebelumnya, yakni Bimbingan Teknis Guru Master, sebanyak 251 guru master dari sepuluh kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Barat telah diberikan pembinaan pengajaran bahasa daerah, yakni bahasa Sasak, Samawa, dan Mbojo, melalui beragam kesenian dan sastra. Materi pembinaan kemudian diimbaskan kepada siswa di daerah dan lingkup kerja para guru master. Hasil pengimbasan dirayakan dalam Festival Tunas Bahasa Ibu ini.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengapresiasi hasil belajar siswa dalam bidang bahasa dan sastra daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Terdapat tujuh mata lomba yang dilombakan dalam masing-masing bahasa.Berdasarkan laporan Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Puji Retno Hardiningtyas, terdapat total sebanyak 300 peserta dari siswa jenjang SD dan SMP dari sepuluh kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Barat. Ia menyampaikan rasa apresiasi yang tinggi terhadap komitmen kabupaten dan kota di NTB yang telah menyelenggarakan FTBI di tingkat kabupaten dan kota. "Kami berharap, revitalisasi bahasa daerah ini terus dapat dilaksanakan dengan dukungan dari seluruh unsur pemangku kepentingan. Tahun depan, kami harap seluruh kabupaten dan kota dapat melaksanakan FTBI dengan dikoordinasikan oleh dinas setempat, bukan hanya atas inisiatif pribadi sekolah." Puji Retno menutup laporannya.

Mendapat dukungan penuh dari pemerintah provinsi, Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi, mewakili Penjabat Gubernur membuka kegiatan FTBI Tingkat Provinsi NTB.
Lalu Gita memberikan sambutan dan arahan terkait peran pemerintah daerah dan kebijakan bahasa daerah Provinsi NTB. Ia menyampaikan bagaimana tata pemerintahan kini memiliki arah yang lebih jelas. Bagi Lalu Gita, kebijakan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa berada di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menjadi bukti bahasa dianggap sebagai hal yang fundamental dalam pembentukan karakter anak. Bahasa yang baik, termasuk bahasa Ibu, menjadi jati diri dan budaya bangsa sehingga perlu ditanamkan sejak dini.

Setali dengan hal ini, Lalu Gita menyampaikan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh atas kebijakan pemerintah pusat. “Apabila ada arahan khusus, kami siap membentuk dinas kebudayaan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota. Dengan demikian, arahan dan wewenangnya akan lebih luas dan berdampak. Kebijakan terkait bahasa dan budaya juga tidak akan dipingpong,” tuturnya.Ia melanjutkan dengan menyatakan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa atas pelaksanaan pelestarian bahasa daerah untuk menjaga identitas budaya, khususnya di Nusa Tenggara Barat. “Semoga kegiatan-kegiatan kreatif dan inovatif seperti ini akan terus dilakukan. Bila kita miskin inovasi, tidak lama lagi bahasa kita pasti akan tergerus," tutupnya.

Sebelumnya, Sekretaris Badan Pengembangan Bahasa dan Sastra, Hafidz Muksin, juga berkesempatan memberikan sambutan. Ia menyampaikan bahwa Festival Tunas Bahasa Ibu tidak hanya bertujuan melestarikan dan menguatkan bahasa daerah di wilayah-wilayah target, tetapi juga bertujuan untuk menemukan potensi siswa dalam bidang bahasa dan sastra. "Nantinya, selain peserta Lomba Penulisan Cerita Pendek yang akan melanjutkan perjuangan dalam kemah cerpen, ada pemenang dalam mata lomba lainnya yang akan maju ke tingkat nasional untuk merayakan keberhasilan kita bersama.Inilah apresiasi kami kepada adik-adik luar biasa yang dengan senang hati menjaga bahasa daerah kita," jelas Hafidz. Di akhir sambutannya, ia berharap kegiatan ini betul-betul mampu membuat siswa dan guru lebih bersemangat menyemarakkan kegiatan dalam rangka pelestarian bahasa daerah.

Selain Sekretaris Daerah Provinsi NTB, hadir pula perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, Kepala Bappeda Provinsi NTB, Direktur IPDN Kampus NTB, perwakilan Wali Kota Mataram, dan mitra-mitra Balai Bahasa Provinsi NTB lainnya. Seluruh tamu undangan tersebut hadir untuk menunjukkan keterlibatannya dalam mendukung revitalisasi bahasa daerah.

Rangkaian acara Festival Tunas Bahasa Ibu Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2024 akan dilaksanakan dalam tiga hari, mulai 30 Oktober 2024 sampai 1 November 2024. Pada hari pertama, lomba yang dilaksanakan adalah Lomba Membaca Puisi, Lomba Bercerita, dan Lomba Menulis Cerita Pendek. Masing-masing lomba dilaksanakan dengan kategori tiga bahasa dan dua jenjang, yaitu SD dan SMP, secara serentak. Empat mata lomba lainnya akan dilanjutkan pada hari kedua dan ketiga.