Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kunjungi Klub Baca Perempuan, Komunitas Penerima Bantuan Pemerintah untuk Komunitas Literasi Tahun 2024
Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bersam kepala dan staf Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat mengunjungi salah satu komunitas literasi yang ada di Kabupaten Lombok Utara, yaitu Klub Baca Perempuan (KBP). KBP merupakan satu dari sembilan komunitas di Provinsi NTB yang menerima bantuan pemerintah untuk komunitas penggerak literasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Dalam kunjungan ini, Hafidz Muksin sekaligus melakukan pemantauan penggunaan bantuan pemerintah.
Nursyida Syam selaku pendiri komunitas menjelaskan program apa saja yang telah dilakukan untuk memanfaatkan bantuan pemerintah yang telah diberikan. Ia menjelaskan telah dilakukan lokakarya penulisan buku cerita anak yang diikuti oleh anggota komunitas, Ibu rumah tangga, pengajar, dan pemangku kepentingan di wilayah sekitar. Hasil dari kegiatan ini berupa 20 judul buku yang akan diterbitkan. Beberapa buku sudah terbit dengan bekerja sama dengan Komunitas Sekolah Rinjani dan UAC Studio.
"Rasanya hilang segala lelah hari ini karena saat singgah di sini terasa mencerahkan. Ini gambaran nyata bagi kami bahwa bantuan ini sudah memberikan arti. Dari uang yang tidak seberapa itu sudah menghasilkan ide," Hafidz Muksin menanggapi hasil kerja anggota KBP.
Hafidz takjub dengan perubahan signifikan yang telah dilakukan oleh KBP sejak berdiri. Menurut pengakuan Nursida Syam, selama ini KBP berfokus pada pemberdayaan perempuan di wilayah tempatnya tinggal, yakni di Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. Upaya ini ia lakukan bersama sang suami atas dasar banyaknya kasus pernikahan dan perceraian dini yang terjadi pada remaja di desanya tinggal. Kini, pemberdayaan yang dilakukan KBP tidak hanya menyentuh masyarakat perempuan, tetapi juga pemuda laki-laki lainnya yang dirasa memiliki potensi pengembangan di berbagai bidang. Bagi Nursida, cara yang paling efektif dengan mengedepankan literasi. Untuk itu, bantuan pemerintah di bidang literasi ini diakuinya banyak memberi manfaat dalam menaikkan semangat juang para pemuda dalam berkarya di bidang literasi.
Salah satu anggota KBP, Sofi, berterima kasih karena bantuan ini membuat ia memiliki kesempatan mendapat pelatihan menulis cerita anak. Hal ini membuat ia berpikir bahwa menulis ternyata sungguh menyenangkan. Ia mampu menghasilkan buku berjudul Bakat Terpendam Imam yang diambil dari kisah muridnya saat ia mengajar PAUD. Kunarima Azzikhra, penulis buku Ayahku Seorang Penyelam, juga menyampaikan hal yang senada dan berharap bantuan pemerintah dapat terus diberikan kepada komunitas yang memiliki gerak aktif dalam memperkaya bahan bacaan bermutu.